KNKT Ingatkan Operator Penyeberangan Untuk Patuhi Peringatan Cuaca dari BMKG
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengingatkan operator pelayaran untuk patuh pada peringatan cuaca yang dikeluarkan BMKG. Jika cuaca tidak memungkin, tidak boleh memaksakan untuk dilakukan pelayaran.
Ihwal ini disampaikan Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, saat memantau arus penyeberangan Natal dan tahun baru (Nataru) Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jumat, 26 Desember 2025. Soerjanto sempat bertemu dengan stakholders maritim Ketapang. Mulai ASDP, KSOP, hingga Gapasdap.
"Kami menyampaikan kepada teman-teman untuk lebih fokus, untuk melihat masalah cuaca," jelasnya.
Dijelaskannya, salah satu tujuan KNKT melakukan pemantauan arus penyeberangan Nataru adalah untuk mastikan stakeholders terkait patuh terhadap peringatan dari BMKG tentang cuaca.Β Β
"Jadi kalau memang cuacanya disampaikan oleh BMKG ada peningkatan, kita harus mengikuti arahan BMKG. Jangan memaksakan, jadi lebih diutamakan keselamatan," tegasnya.
Dia menyebut, di Pelabuhan Ketapang sudah ada kantor BMKG. Sehingga kondisi cuaca terbaru bisa terus di update setiap saat. Hal ini juga membuat seluruh Stakeholders di Ketapang disiplin mengikuti peringatan cuaca dari BMKG.
ASDP bersama Kepolisian telah memutar balik calon penumpang yang identitasnya dan data kendaraannya tidak sesuai dengan manifes. Langkah ini menurutnya sudah tepat. Perintah putar balik tersebut, menurutnya bagian upaya pencegahan.
"Karena nanti ketika terjadi kecelakaan akan jadi masalah. Bagian dari mitigasi keselamatan untuk masalah manifes," tegasnya.Β
Hasil pantauan KNKT, libur Nataru ini pergerakan kendaraan cenderung menurun. Hasil pemantauan di beberapa tempat, arus libur Nataru relatif landai-landai saja. Padahal harga tiket penyeberangan sudah turun.Β
"Kita juga cari penyebabnya di lapangan," ujarnya.
Advertisement