Ketika Wamen Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, Pulang Kampung ke Lamongan
"Separoh nafasku...terbang bersama dirimu..."
Masuk liriknya pas pada ketukan nada. Tidak meleset satu not pun, hingga lagu Dewa 19 itu dinyanyikannya hingga akhir.
Tak pelak, riuh tepuk tangan langsung membahana di halaman SMP Negeri 1 (Snesa) Lamongan, Sabtu 3 Januari 2026, pagi.
Baik siswa, guru ataupun tamu undangan. Terlebih sekelompok orang seusianya, tampak lebih antusias bersorak.
"Hidup Ogel..hidup Ogel.. hidup Cengkronk..," teriak salah seorang dari kelompok orang-orang tersebut.
Siapa Ogel? Ternyata, Ogel adalah sapaan akrab Viva Yoga Mauladi, sang Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, semasa sekolah.
Aktif Berorganisasi Sejak Kecil
Ogel, dalam bahasa Jawa artinya obah atau dalam bahasa Indonesia berarti gerak. Sejak masih duduk di bangku SMP, Viva Yoga memang dia sudah dikenal aktif.
"Dia juga ikut pengurus OSIS. Bagian seni dan budaya," tutur Agus Pramono, teman seangkatan, yang kebetulan sebagai Ketua OSIS SMP Negeri 1 Lamongan saat itu.
Sekedar Informasi, Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi sedang pulang kampung di Lamongan, Jawa Timur. Ia menghadiri Dies Natalis SMP Negeri 1 Lamongan ke 75.
Kebetulan, Viva Yoga juga sebagai Ketua Umum Alumni SMP tertua di Kota Soto tersebut. Ia mengikuti dan memberangkatkan jalan sehat, bahkan didapuk menyanyi di atas panggung.
Saat menyanyi, meskipun tidak sempurna tetapi tidak ada cela. Viva Yoga tuntas membawakan lagu Separoh Nafas Dewa 19, meskipun pengiring musiknya dari grup band siswa setempat.
Bermusik dan Bentuk Grup Band
Tidak heran. Ternyata bakat menyanyi dan tampil tanpa grogi itu, rupanya dimiliki sejak Viva Yoga sejak kecil. Sejak SMP sudah pandai bermain musik.
Bahkan, ketika SMA Viva Yoga memiliki grup band dengan nama Chenkronk, seperti yang dielu-elukan sekelompok orang saat dia usai tampil. Dan, orang-orang sepantaran tadi adalah teman setia angkatan atau alumni SMP Negeri 1 Lamongan 1984.
"Ogel itu suka pegang gitar bass. Dia kadang juga vokalis," ujar Sengkiq, teman akrab di SMA Negeri 2 Lamongan, yang punya nama asli Andon Surya Pambudi, kepada ngopibareng.id
Menurut Wamen Viva Yoga, kehadirannya di Dies Natalis SMP Negeri 1 Lamongan, sekaligus pulang kampung, dengan memanfaatkan bertemu keluarga dan reuni teman sepermainan dan sekolah.
"Semoga SMPN 1 Lamongan selalu mencetak manusia unggul dan terus mencurahkan tenaga dan pikiran buat masyarkat bangsa dan negara," ujarnya, saat sambutan.
Karena, lanjut Viva Yoga, kondisi saat ini pendidikan bagian penting dalam memajukan peradaban Indonesia. Sehingga, ia berharap semua semua alumni Snesa dimanapun medan pengabdianya untuk terus aktif di Ikasnesa.
"Karena dengan berkumpul ini bisa memperpanjang umur, menambah rejeki dan alumni bisa berkontribusi. Apapun kontribusinya agar bisa memajukan pendidikan Indonesia," paparnya.
Di sela sambutannya, Viva Yoga masih menyempatkan menyapa beberapa guru yang tampak hadir.
"Pak Basuki, Bu Kartini, Bu Kus, terima kasih dan semoga selalu sehat. O iya Bu Yuni, rumahnya Banjarmendalam menghadap ke utara," ucapnya, dengan tidak lupa menyebut mata pelajaran yang diajarkan masing-masing guru tersebut.
Usai hadir di SMP Negeri 1 Lamongan. Viva Yoga ziarah makam kedua almarhum orang tuanya.
Selanjutnya mengadakan acara tersendiri dengan teman se angkatan serta sempat membesuk teman akrabnya di Chenkronk. Alfian.l yang sedang sakit.
Kawasan Transmigrasi Dijadikan Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Sementara selaku Wamen Transmigrasi. Viva Yoga mengatakan, pemerintah berkomitmen menjadikan kawasan transmigrasi tidak hanya sebagai kawasan pemukiman.
Tetapi, juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis hilirisasi dan industrialisasi.
Disebutkan, di beberapa kawasan transmigrasi telah dibangun pabrik gula. Sedang di kawasan lainnya tengah direncanakan pengembangan industri kakao, pangan, hortikultura, kopi hingga komoditas unggulan daerah lainnya.
“Kita ingin kawasan transmigrasi berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya melalui proses hilirisasi dan industrialisasi sesuai potensi daerah,” tandasnya