Kekeringan, BPBD Droping Air Bersih ke Desa Tulupari, Probolinggo
Desa Tulupari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo dilanda krisis air bersih sejak akhir Mei 2025 lalu.
Sekitar 80 kepala keluarga (KK) atau setara 240 jiwa di Dusun Dulungan RT/RW 11/04 Desa Tulupari kesulitan mendapatkan air bersih.
Pemicunya hujan sudah lama tidak turun di Desa Tulupari meski di daerah lain curah hujan masih cukup tinggi. Akibatnya, sumber air mengering sehingga warga kesulitan air bersih.
"Desa Tulupari sebenarnya tidak termasuk daerah yang sering krisis air," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, Minggu, 1 Juni 2025.
Namun, musim kemarau panjang tahun ini menyebabkan sejumlah sumber air dan sumur warga Tulupari mengering.
Akhirnya melalui pihak desa, warga mengajukan pasokan air bersih kepada BPBD. Dan sejak Jumat, 30 Mei 2025 lalu, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo mendistribusikan total 6.000 liter air bersih kepada warga Tulupari.
Oemar menambahkan, BPBD siap membantu masyarakat, tidak hanya melalui distribusi air bersih, tetapi juga dengan pendekatan mitigasi jangka panjang.
Pembangunan sumber air alternatif dan edukasi penggunaan air secara efisien, menurut Oemar, penting dilakukan agar krisis air bersih di Desa Tulupari tidak terulang.
Yang jelas kekeringan di Desa Tulupari ini berdampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari warga.
"Selain kesulitan mendapatkan air untuk minum dan memasak, warga juga terpaksa menghemat air untuk mandi dan mencuci yang pada akhirnya dapat memengaruhi kondisi kesehatan dan sanitasi lingkungan,” pungkas Oemar. (*)