Keahlian Evakuasi Cincin Damkar Lamongan Diminati Warga Luar Kota
Keahlian Pemadam Kebakaran (Damkar) Lamongan mengevakuasi cincin macet kian diminati warga. Sebulan ini lebih lima orang memanfaatkan jasa tersebut.
Terbaru, dua warga berbeda meminta bantuan jasa keahlian tesebut. Petugas Damkar tidak pernah menolak, meskipun permintaan bantuan itu terkadang datang tidak pada waktu sewajarnya.
Seperti permintaan bantuan evakuasi cincin oleh Farit Hidayanti, 45 tahun, asal Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket, Lamongan. Ia datang meminta bantuan ke Kantor Damkar Korwil.Lamongan di Jalan.Mastrip pukul 04.00 WIB, Sabtu 19 April 2025.
"Kita tidak masalah, kapan saja kita siap membantu. Apalagi datang dengan kesakitan, apa tega kalau tidak kita tolong, "tutur Komandan Regu, Ahmad, yang bertugas saat itu.
Dengan cekatan, evakuasi segera dilakukan. Tidak lebih 10 menit cincin yang ada di kelingking kiri dan tidak bisa dilepas itu akhirnya terlepas dari tempatnya hanya dengan alat tang potong.
Sehari sebelumnya, permintaan bantuan yang sama juga datang dari Ibnu Prakoso, 29 tahun, warga Desa Srirande, Kecamatan Deket Lamongan. Ia datang pukul 19.15 WIB dengan meringis karena jari manis tangan kanannya bengkak akibat cincin akik yabg dipakainya tidak bisa dilepas.
Evakuasi pun dikakukan dalam waktu singkat. Tidak lebih dari 10 menit. Hanya,kali ini evakuasi dengan alat gerinda. "Soal alat untuk evakuasi beda-beda. Lihat jenis cincin dan kondisi jarinya, "kata Kabid Damkar Lamongan, Siswanto.
Sekadar diketahui, Damkar Lamongan saat mengevakusi cincin dengan cara beragam. Bisa sekedar mengunakan minyak, benang atau alat potong berupa tang dan gerinda.
Warga yang meminta bantuan tidak hanya dsri Lamongan saja. Tetapi tidak sedikit dari luar kota. Seperti Tuban. Mojokerto dan Bojonegoro. Pernah, ada yang datang dari Sidoarjo.