Longsor Batu Besar Tutupi Jalan Desa di Kalisat, BPBD Jember Targetkan Rampung 5 Hari
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memperkirakan penanganan tanah longsor yang menutup akses jalan desa di Dusun Jungrang, Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat, akan memakan waktu sekitar lima hari ke depan. Hingga saat ini, proses pembersihan material longsoran masih dilakukan secara manual sambil menunggu alat berat diterjunkan ke lokasi.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan longsor tersebut terjadi pada Jumat, 16 Januari 2026 sekitar pukul 15.30 WIB, dan dilaporkan secara resmi pada hari yang sama. Material longsoran berupa tanah dan batuan besar menutup sebagian hingga separuh badan jalan desa, sehingga menghambat aktivitas warga.
“Material longsoran cukup besar, berupa tanah dan batuan dengan ukuran kurang lebih panjang dua meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi mencapai lima meter. Ini menyebabkan akses jalan desa tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya, Rabu, 21 Januari 2026 malam.
Menurut Edy, longsor terjadi pada tebing atau badan jalan desa akibat kondisi tanah yang labil dan dipicu cuaca ekstrem. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak terhadap mobilitas warga cukup signifikan, karena jalur tersebut merupakan akses utama aktivitas masyarakat setempat.
“Untuk kondisi terkini aman dan terkendali, namun akses jalan masih belum bisa dilewati kendaraan roda empat. Warga masih harus menggunakan jalur alternatif atau berjalan kaki,” jelasnya.
BPBD Jember bersama unsur terkait telah melakukan pemantauan dan penanganan sejak kejadian. Proses awal difokuskan pada pemecahan batuan besar yang menutup badan jalan menggunakan alat manual. Pekerjaan tersebut mulai dilakukan sejak Selasa, 20 Januari 2026.
“Pemecahan batu saat ini masih dilakukan secara manual. Estimasi pengerjaannya sekitar lima hari ke depan. Setelah batuan selesai dipecah, alat berat dari Dinas PUPR akan langsung diturunkan untuk membersihkan sisa material longsoran,” terangnya.
Ia menambahkan, di lokasi telah terpasang garis polisi sebagai langkah pengamanan untuk mencegah warga melintas di area berbahaya.
“Police line sudah terpasang untuk menghindari risiko lanjutan. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan, dan dinas terkait agar penanganan berjalan sesuai rencana,” katanya.
Dalam penanganan bencana ini, BPBD Jember melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat desa, relawan di wilayah Kalisat, hingga masyarakat sekitar. Hingga saat ini, tidak ditemukan kendala berarti di lapangan.
Edy juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, segera menjauh dari tebing atau lereng yang berpotensi longsor,” pungkasnya.