IPP Jember Naik Jadi 4,68, Peringkat 7 Nasional Kabupaten, Tertinggi se-Tapal Kuda
Komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kembali membuahkan hasil positif. Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2025, nilai Indeks Pelayanan Publik (IPP) Kabupaten Jember tercatat mengalami peningkatan signifikan.
Nilai IPP Kabupaten Jember tahun 2025 mencapai angka 4,68, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 4,62. Capaian tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik pada Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah Tahun 2025.
Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Jember pada peringkat ke-7 nasional dari total 416 kabupaten di Indonesia. Tak hanya itu, Jember juga berhasil meraih peringkat ke-2 se-Jawa Timur, menunjukkan kualitas pelayanan publik yang kompetitif di tingkat provinsi.
Dalam lingkup regional, Kabupaten Jember juga dinobatkan sebagai kabupaten terbaik di wilayah Tapal Kuda. Jember berada di posisi teratas dengan nilai 4,68 (A), disusul Kabupaten Banyuwangi dengan nilai 4,66 (A), Kabupaten Probolinggo 4,59 (A), dan Kabupaten Lumajang 4,47 (A-).
Kenaikan nilai IPP sebesar 0,02 poin ini menjadi indikator nyata adanya perbaikan berkelanjutan dalam tata kelola pelayanan publik yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, baik dari sisi kebijakan, inovasi layanan, hingga peningkatan kinerja aparatur.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa peningkatan nilai IPP ini merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran perangkat daerah dan dukungan masyarakat. Kami ingin memastikan pelayanan publik di Jember benar-benar mudah diakses, cepat, transparan, dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya, Selasa, 20 Januari 2026.
Menurut Gus Fawait, reformasi birokrasi yang dijalankan Pemkab Jember tidak sekadar mengejar capaian angka, melainkan perubahan nyata dalam pola dan budaya pelayanan kepada masyarakat.
“Kami tidak ingin pelayanan hanya bagus di atas kertas. Yang terpenting, masyarakat merasa dilayani dengan baik, tidak dipersulit, dan mendapatkan kepastian,” tegasnya.
Ia menjelaskan, salah satu faktor pendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di Jember adalah hadirnya program Wadul Guse. Program tersebut menjadi kanal pengaduan dan aspirasi masyarakat yang terintegrasi, mudah diakses, serta responsif terhadap setiap laporan yang masuk.
“Lewat Wadul Guse, masyarakat bisa menyampaikan keluhan secara langsung. Setiap laporan kami tindak lanjuti, sehingga pelayanan terus kami perbaiki dari suara warga sendiri,” jelasnya.
Peningkatan nilai IPP ini sekaligus mencerminkan penguatan tata kelola pelayanan publik di berbagai sektor. Pemerintah Kabupaten Jember secara konsisten melakukan pembenahan, mulai dari penyempurnaan standar pelayanan, penguatan sistem pengaduan masyarakat, hingga optimalisasi layanan berbasis digital.
Upaya tersebut juga diperkuat dengan peluncuran berbagai inovasi layanan. Di awal tahun 2026, Pemkab Jember resmi meluncurkan inovasi PETA CINTA (Pelayanan Tuntas Cetak E-KTP di Kecamatan) sebagai terobosan dalam mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
“Sekarang warga tidak perlu lagi jauh-jauh ke kabupaten untuk mencetak e-KTP. Cukup di kecamatan, lebih dekat, lebih cepat, dan lebih efisien,” ungkapnya.
Selain inovasi layanan, kinerja perangkat daerah di Kabupaten Jember juga dinilai semakin adaptif dan responsif dalam memberikan pelayanan yang cepat, akuntabel, dan inklusif. Partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan serta melakukan pengawasan turut menjadi faktor penting dalam mendorong perbaikan layanan secara berkelanjutan.
Meski demikian, Gus Fawait menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di masa mendatang.
“Target kami bukan sekadar mempertahankan peringkat, tapi memastikan pelayanan publik di Jember terus naik kelas. Kami ingin Jember menjadi contoh praktik pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berdaya saing,” pungkasnya.