Momentum HUT RI ke-81, BHS Ingatkan Warga Bijak Saring Informasi dan Tak Mudah Terprovokasi
Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui upacara, tetapi juga dengan menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengajak masyarakat Sidoarjo untuk lebih kritis dalam menerima informasi, khususnya kabar di media sosial yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Pesan tersebut disampaikan BHS saat menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bersama masyarakat di daerah pemilihannya, Sidoarjo, Senin, 17 Agustus 2026.
Menurut BHS, masyarakat perlu mendapatkan informasi secara utuh agar dapat menilai program pemerintah secara objektif. Ia menilai, informasi yang disampaikan secara sepotong-sepotong dapat memunculkan persepsi negatif dan membuat masyarakat mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu sesuai fakta.
BHS mengaku menemukan sejumlah masyarakat yang berubah pandangan setelah memperoleh penjelasan langsung mengenai program pemerintah.
"Begitu saya sampaikan apa yang sudah dilakukan pemerintah, sekitar 30 sampai 40 persen masyarakat mengatakan baru kali ini mendapatkan penjelasan yang jelas. Mereka menilai apa yang dilakukan pemerintah sudah on the track dan bagus," kata BHS.
Ia menekankan, keterbukaan informasi dan komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik. Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara jelas arah dan manfaat program pemerintah.
BHS Soroti Peran Organisasi Veteran
Dalam momentum peringatan kemerdekaan tersebut, BHS juga meminta Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan perhatian kepada organisasi veteran dan organisasi yang selama ini turut mendampingi pemerintah.
Ia menyebut Dewan Harian Cabang (DHC) 45, Pepabri, dan organisasi sejenis memiliki peran penting dalam menjaga semangat perjuangan sekaligus mewariskan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda.
"Organisasi seperti DHC 45, Pepabri dan sebagainya merupakan bagian yang banyak mendampingi pemerintah. Saya mengharapkan pemerintah kabupaten memberikan dukungan dan bantuan karena mereka juga bagian dari generasi penerus para veteran perjuangan kemerdekaan," ujarnya.
Bagi BHS, peringatan HUT Kemerdekaan RI harus menjadi momentum untuk menghargai perjuangan para veteran sekaligus memastikan nilai-nilai perjuangan tersebut tetap hidup di tengah masyarakat.
Veteran DHC 45 Sidoarjo, Soedjiono, turut mengapresiasi kehadiran BHS dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, pertemuan bersama masyarakat dapat menjadi sarana untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan.
"Sebagai generasi penerus, kita harus melanjutkan perjuangan dan cita-cita para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga. Kami berterima kasih kepada Bapak Bambang Haryo karena mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya berita hoaks," kata Soedjiono.
Ojol Dapat Pencerahan soal Peluang UMKM
Sementara itu, pengemudi ojek online (ojol) Wahidan mengaku mendapatkan informasi baru terkait peluang pengemudi ojol masuk dalam kategori usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Wahidan, pemahaman tersebut membuka peluang bagi pengemudi ojol untuk memanfaatkan sejumlah program pembiayaan yang disediakan pemerintah dan perbankan.
"Alhamdulillah kami mendapat pencerahan bahwa ojol sudah masuk UMKM. Jadi teman-teman ojol yang membutuhkan bisa mengajukan subsidi perumahan ataupun KUR melalui perbankan," ujar Wahidan.
Momentum peringatan kemerdekaan itu pun tidak sekadar menjadi seremoni. Pertemuan BHS bersama masyarakat turut menjadi ruang untuk menyampaikan informasi mengenai kebijakan pemerintah, memperkuat semangat kebangsaan, serta mendorong masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi di tengah derasnya arus berita digital.