Harta adalah Tanggung Jawab, Pesan Rasulullah yang Terabaikan
Setiap orang mempunyai bayangan untuk menjadi kaya. Harta dan kekayaan bagi orang beriman dimaksudkan untuk mempermudah kelancaran beribadah.
Namun jika menggunakan harta untuk maksiat dan syahwat yang haram, maka ini adalah membelanjakan harta Allah dengan cara yang tidak benar.
Berikut pesan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (SAW) tentang โHarta Adalah Tanggung Jawabโ. Inilah pesan Sang Nabi SAW yang sering terabaikan.
ุนู ุฎููุฉ ุจูุชู ุนุงู ุฑ ุงูุฃูุตุงุฑูุฉ ููู ุงู ุฑุฃุฉ ุญู ุฒุฉ ุฑุถู ุงููู ุนูู ูุนููุงุ ููุงููุชู: ุณู ุนุช ุฑูุณููู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูููู: ((ุฅููู ุฑูุฌูุงููุง ููุชูุฎููููุถูููู ูู ู ูุงูู ุงููู ุจุบููุฑู ุญููููุ ููููููู ู ุงููููุงุฑู ูููู ู ุงูููููุงู ูุฉู)). ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู.
Dari Khaulah binti Tsamir al-Anshariyah dan ia adalah isterinya Hamzah radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya ada beberapa orang yang membelanjakan harta Allah - yakni harta milik kaum Muslimin - tanpa dasar kebenaran, maka bagi mereka itu adalah neraka pada hari kiamat." (Riwayat Bukhari).
Pelajaran Yang terdapat di dalam hadits:
1- Pertanggungjawaban
Perkataan (ููุชูุฎููููุถูููู ููู ู ูุงูู ุงูููููู) yatakhawwaduna dari al-khaudu, makna asalnya menyelam, semacam orang yang menyelam di dalam air, yakni melakukan tindakan yang jelek. Padahal harta adalah adalah tanggung jawab, Anda tidak boleh mengatakan, โini hartakuโ lantas Anda melakukan tindakan yang jelek terhadap harta seenaknya.
2- Harta dalam hadits ini disebut dengan ู ุงู ุงููู (maalillah). Ini menunjukkan harta memiliki kemuliaan, karena disandarkan langsung pada lafadz jalalah Allah. Yang termasuk di dalamnya adalah harta atau kas negara dan harta pribadi.
3- Harta akan dimintai pertanggungjawaban. Maka lakukanlah tindakan pada harta sesuai yang Allah syariatkan, yaitu untuk menafkahi diri sendiri dan menafkahi orang yang wajib dinafkahi. Bayarlah zakat yang wajib, bersedekah dengannya kepada orang yang membutuhkan dan berwasiat dengan harta setelah mati agar dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik atau untuk wakaf sehingga menjadi sedekah jariah. Ini tindakan yang baik atas harta yang Anda diberi pahala karenanya.
4- Adapun jika menggunakan harta untuk maksiat dan syahwat yang haram, maka ini adalah membelanjakan harta Allah dengan cara yang tidak benar. Atau boros dalam pembelanjaan dan membuang-buang harta maka ini juga termasuk membelanjakan harta Allah dengan cara yang tidak benar.
Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Qur'an:
1- Harta Adalah Kebaikan yang Besar
Alah Taโala menjadikan harta untuk kepentingan hamba, maka harta adalah nikmat dari Allah, Allah menyebut harta dengan kebaikan yang besar dalam firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 180,
ููุชูุจู ุนูููููููู ู ุฅูุฐูุง ุญูุถูุฑู ุฃูุญูุฏูููู ู ุงููู ูููุชู ุฅูู ุชูุฑููู ุฎูููุฑูุง ุงููููุตููููุฉู
โDiwajibkan atas kalian jika tanda-tanda kematian telah mendatangi kalian, jika dia meninggalkan kebaikan (meninggalkan harta) yang banyak maka kami wajibkan untuk berwasiat.โ
2- Dan firman Allah dalam surat al-Adiyat ayat 8,
Sesungguhnya Allah memberikanmu harta agar Anda dapat memanfaatkannya dan memberikan manfaat untuk orang lain sebagai nikmat dari Allah. Dan harta adalah ujian agar nampak tindakanmu dalam harta ini apakah kamu menggunakannya untuk suatu hal yang baik atau buruk.
ุฅููููู ูุง ุฃูู ูููุงููููู ู ููุฃูููููุงุฏูููู ู ููุชูููุฉู
โSesungguhnya harta dan anakmu adalah ujian.โ
3- Dan dialah harta Allah Taโala. Allah Taโala berfirman,
ููุขุชููููู ู ููู ู ููุงูู ุงูููููู ุงูููุฐูู ุขุชูุงููู ู
โDan berikan kepada mereka sebagian dari harta Allah yang telah Allah berikan kepada kalian.โ (QS. An-Nur: 33).
Demikian wallahu a'lam. Semoga bermanfaat. Amiin.
Advertisement