Festival Dayung Tejoasri 2025 di Lamongan Naik Level
Festival Dayung Tejoasri di Bengawan Mati Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Lamongan, Jawa Timur naik level. Semula, hanyaΒ lomba antar tim desa setempat, kemudian antar kabupaten. Kini, antar desa se Jawa Timur.
Lomba dayung perahu tradisional yang digelar rutin tahunan itu diikuti 64 tim dari berbagai desa se Jatim.Β Selain peserta lokal Lamongan, peserta jugaΒ datang dari Bojonegoro, Tuban, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, Pasuruan dan desa beberapa kabupaten lain.
Teknik lomba, setiap balapan menandingkan dua perahu dengan delapan pendayung dan pemandu lintasan atau pacu jalur. Jarak antar perahuΒ dipisahkan dengan sekat sejarak 200 meter. Jarak 100 meter berbelok arah kembali ke garis finish.
Festival dayung berlangsung meriah. Disaksikan ribuan warga dan terdapat ratusan UMKM. Selain itu ada hiburan disc jockey (DJ).
Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, mengaku senang dan mengapresiasi antusias para peserta dalam memeriahkan festival ini.
Lebih jauh Yusuf menjelaskan. Dikatakan, festiva juga menyajikan sebuah drama kolosal Jaka Tingkir dan tradisi 'siraman tukon banyu'.
"Desa Tejoasri ini berada di bantaran Bengawan Solo ini punya sejarah panjang peradaban. Kita ingin festival dayung terus dilestarikan dan harus kita adakan. Bahkan terus meningkat levelnyaβ ujarnya, Minggu 14 September 2025.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi hadir bersama Kepala Dinas Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro. Sejumlah pejabat pemkab juga hadir.
Menurut bupati yang akrab disapa Pak Yes ini, Festival Dayung Tejoasri 2025Β tidak hanya untuk melestarikan olahraga tradisional. Melainkan, sebisanya dijadikan pemantik potensi sosial budaya pariwisata hingga ekonomi di Lamongan.
"Saya sangat mengapresiasi sebesar-besarnya kepada Desa Tejoasri yang konsisten dan terus berkembang dalam menginisiasi Festival Dayung Tejoasri ini," tuturnya.
Advertisement