Dugaan Keracunan MBG di SMP Negeri di Jember, Guru Temukan Ayam Masih Berdarah
Puluhan siswa SMP Negeri 1 Umbulsari, Kabupaten Jember, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 4 Februari 2026. Dugaan sementara mengarah pada lauk ayam panggang yang disajikan dalam kondisi kurang matang.
Guru Matematika SMP Negeri 1 Umbulsari, Wiyono, mengatakan, pendistribusian MBG pada hari tersebut mengalami keterlambatan dari jadwal normal.
“Hari Rabu itu memang telat. Biasanya jam 10 sudah sampai di sekolah, tapi kemarin ada konfirmasi dari pihak penyedia kalau ada masalah di dapur,” ujarnya, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menduga keterlambatan tersebut berdampak pada proses pengolahan makanan yang dilakukan secara terburu-buru.
“Mungkin karena mengejar waktu, masakannya jadi kurang matang. Kalau masaknya cepat-cepat ya hasilnya enggak maksimal,” jelasnya.
Menu MBG yang dibagikan kepada siswa saat itu berupa ayam panggang. Wiyono mengaku melihat langsung kondisi lauk yang mencurigakan saat mendampingi siswa di kelas.
“Waktu saya nunggu di kelas, ada ayam yang dicuil anak-anak itu masih ada darahnya. Itu jelas kurang matang,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak ditemukan di seluruh porsi, namun terjadi pada sebagian siswa.
Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah langsung melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Jumlah siswa yang terdampak bervariasi di setiap kelas.
“Kalau didata per kelas, ada yang 10 anak, ada yang 5, ada yang 2. Yang paling banyak itu di kelas 7F, 7B, dan 9B,” katanya.
Gejala yang dialami siswa antara lain mual, mulas, hingga lemas. Sebagian siswa diperbolehkan pulang, sementara yang mengalami kondisi lebih serius harus mendapatkan perawatan medis.
“Yang kondisinya parah sampai lemas itu dibawa ke Puskesmas. Kalau cuma mulas tapi masih kuat, ya diizinkan pulang,” jelasnya.
Hingga Kamis siang, masih ada sejumlah siswa yang menjalani perawatan, yakni sebanyak enam siswa. Mereka dirawat di Puskesmas.
“Sempat tinggal tiga, tapi ada yang dari rumah malah tambah sakit lalu dibawa lagi ke Puskesmas,” ungkapnya.
Terkait kegiatan belajar mengajar, sekolah tetap menjalankan proses pembelajaran dengan memberikan dispensasi bagi siswa yang sakit.
“Pelajaran tetap berjalan, tapi siswa yang sakit diberi dispensasi,” ujarnya.
Atas kejadian itu, pihak sekolah memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi MBG hingga ada kejelasan dan evaluasi lebih lanjut.
“Untuk MBG sementara dihentikan dulu. Sekolah belum berani menerima lagi,” pungkasnya.