Dihardik Anak, Ibu Lansia di Probolinggo Dirawat Panti Jompo
Sungguh malang nasib Nortaji, perempuan lanjut usia (lansia) dari Desa Jambangan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo yang dianiaya putri kandungnya inisial Mus. Ia sempat didorong putri kandungnya hingga jatuh tersungkur. Mus akhirnya pergi dari rumahnya dan memilih tidur di bahu jalan.
Video anak perempuan mendorong dan memukuli ibunya hingga jatuh tersungkur pun viral di TikTok setelah diunggah akun @ariefcamra. Unggahan Ketua Umum Sahabat Yatim Dhuafa (SYD), Arief Camra itu juga beredar di sejumlah grup WhattsApp (WA).
Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu tampak, seorang perempuan mendorong ibunya hingga jatuh tersungkur.
Juga terlihat, perempuan itu berdialog dengan Arief Camra. Arief kemudian meminta izin membawa Nortaji ke panti jompo yang dikelolanya di Malang.
"Bawa saja sudah, Pak. Saya sudah trauma, biar dah. Saya gak mau tahu lagi," kata Mus dengan bahasa Madura.
Dalam dialog itu, Mus tidak mau merawat ibunya lagi. Bahkan Mus menyatakan, tidak perlu dikabari jika ibunya meninggal dunia.
Menurut Umar, warga setempat, peristiwa Mus menganiaya ibu kandungnya itu sudah sekitar sebulan lalu. Pihak pemerintah desa dan TKSK Kecamatan Besuk sudah menegur dan memediasi keluarga tersebut. "Namun Mas tetap tidak mau merawat ibunya," kata Umar, Sabtu, 26 Juli 2026.
Akhirnya Jum, tetangga Nortaji melaporkan kasus tersebut kepada pengurus panti jompo.
"Pak Kades juga mengizinkan Bu Nortaji dibawa ke panti jompo karena anak kandungnya gak mau merawatnya," kata Umar.
Akhirnya pihak yayasan datang dengan membawa mobil ambulans. Setelah lebih dulu dimandikan, pihak yayasan kemudian membawa Nortaji ke panti jompo di Malang.
Dalam video yang viral itu, warganet pun mengecam perilaku Mus, putri kandung Nortaji.