Di Agrowisata Waturiti, Anda Bisa Menikmati 27 Varietas Durian
Kalau Anda berkunjung ke Gunung Bromo melalui pintu gerbang Kabupaten Probolinggo, ada buah yang layak dicicipi atau dijadikan oleh-oleh. Letaknya di area agrowisata petik durian di Desa Waturiti, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Agrowisata durian seluas sekitar 2,5 hektare (Ha) itu yang ditumbuhi sekitar 250 pohon durian itu gampang dijangkau karena terletak di tepi jalan utama dari Surabaya-Tongas-Lumbang-Sukapura. Kebun dengan 27 varietas durian itu dikelola pasangan suami istri (pasutri) Pungki Purwanto dan Khayati.
Ratusan pohon durian yang sebagian besar kini sudah menjulang tinggi itu mulai ditanam sejak 23 tahun silam. Varietasnya mulai durian lokal hingga mancanegara, sehingga bisa memanjakan selera pengunjung agrowisata tersebut.
“Ada durian sikasur, sunan, hepe, matahari, otong, bajul, sumbul, bawor, master, manalagi, aden, petruk, Bung Karno, sitokong, kendil, kani, hingga perwira. Selain itu juga ada durian non-lokal seperti, montong, lie, hingga musangking,” kata Pungki, pengelola agrowisata durian, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kebun durian di agrowisata itu sudah mulai panen durian sejak Desember 2025 lalu. Puncak musim durian akan terjadi pada akhir Januari hingga Februari mendatang.
"Agrowisata durian yang kami kelola sempat ditutup dua tahun saat pandemi Covid-19. Baru kami buka di awal musim panen durian, November 2022 lalu,” kata Pungki.
Meski sempat “istirahat total” selama dua tahun, begitu dibuka kebun durian itu langsung diserbu banyak pengunjung. Mulai wisawatan Gunung Bromo yang singgah hingga warga lokal yang sengaja datang untuk mencicipi legitnya durian.
Disinggung soal karakter durian Lumbang, Pungki berpromosi, memiliki rasa legit, manis, serta sedikit rasa pahit. Durian Lumbang juga memiliki daging cukup tebal.
Soal harga juga masih terjangkau alias tidak akan menguras isi kantung. Buah durian ditawarkan mulai Rp30 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung varietas dan berat durian.
Hafiz, seorang penikmat durian asal Kota Probolinggo mengaku, puas berkunjung ke agriwisata durian di Lumbang. “Agrowisata durian di Lumbang merupakan surga bagi penggemar durian, dijamin puas,” katanya.
Hal senada diungkapkan Arista, penikmat durian asal Sidoarjo yang sengaja datang untuk mencicipi durian Lumbang. “Durian Sikasur di Lumbang ini dagingnya tebal, rasanya legit. Benar-benar memanjakan lidah,” ungkapnya.
Soal kualitas durian, Pungki memang menjamin, buah durian di kebunnya dibiarkan sampai matang pohon. Caranya buah-buah berduri itu diikat tali rafia dan dibiarkan menggantung sampai benar-benar matang. Sehingga saat matang, buah-buah durian itu tidak akan terjatuh ke tanah karena sudah terikat tali.
Anda tertarik mencicipi durian khas lereng Gunung Bromo? Silakan, kebun durian Waturiti menanti.