CFD Sidoarjo Jadi Magnet UMKM, Dampak Ekonomi dan Kebersihan Lingkungan Disorot
Kegiatan Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Sidoarjo kian menunjukkan perannya sebagai ruang publik yang tidak hanya menghadirkan aktivitas rekreasi, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Tingginya partisipasi warga dalam kegiatan ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyampaikan, antusiasme masyarakat dalam meramaikan CFD menjadi indikator kuat hidupnya ekonomi kerakyatan di daerah. Menurutnya, aktivitas jual beli yang terjadi selama CFD berlangsung mampu mendorong peningkatan pendapatan pelaku UMKM secara langsung.
“Partisipasi masyarakat sangat luar biasa. CFD ini bukan sekadar ruang olahraga, tetapi juga mampu menumbuhkan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM di Sidoarjo,” ujarnya, Minggu, 26 April 2026.
Ia menambahkan, konsistensi jumlah pengunjung, bahkan menjelang akhir bulan, menunjukkan CFD telah menjadi daya tarik utama masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah yang dinilai berhasil memaksimalkan fungsi alun-alun sebagai pusat aktivitas publik.
Menurut Bambang Haryo, sinergi antara pemerintah kabupaten dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan CFD sebagai ruang produktif. Ia juga mengapresiasi peran kepala daerah yang aktif mendorong pemanfaatan fasilitas publik tersebut.
Namun demikian, ia mengingatkan perlunya peningkatan fasilitas pendukung, khususnya dalam pengelolaan sampah. Ia menilai, penyediaan tempat sampah terpilah masih belum optimal dan perlu diperbanyak untuk menjaga kebersihan sekaligus mendukung pengolahan limbah yang berkelanjutan.
“Kesadaran masyarakat sudah cukup baik, terlihat dari kondisi yang relatif bersih. Tetapi, ke depan perlu ditambah tempat sampah dengan sistem pemilahan, seperti organik, non organik, dan daur ulang, agar pengelolaannya lebih maksimal,” tegasnya.
Ia berharap, pengembangan CFD di Sidoarjo dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai sarana hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai instrumen penguatan ekonomi daerah dan peningkatan kesadaran lingkungan.