Cegah Pelecehan Seksual di RS Kemendiktisaintek-Kemenkes Bentuk Komite Bersama
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengadakan pertemuan dengan Rektor dan dekan Fakultas Kedokteran Penyelenggara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Jakarta Kamis 24 April 2025.
Dalam pertemuan koordinasi ini menteri mendorong kerja sama antara pemerintah dengan Rektor dan Dekan Fakultas Kedokteran Penyelenggara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) agar dapat memberi solusi terhadap keinginan masyarakat.
“Dugaan pelecehan seksual di RS Hasan Sadikin Bandung yang dilakukan peserta program PPDS sangat memprihatinkan, sebuah ujian yang perlu dijawab dengan bekerja lebih baik. Dalam pelaksanaannya, kami memerlukan bantuan Bapak-Ibu sekalian,” kata Menteri Brian.
Akbat peristiwa ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menginstruksikan kepada RSUP Hasan Sadikin (RSHS) untuk menghentikan sementara kegiatan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran di lingkungan RSHS selama satu bulan.
Langkah ini diambil untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan pengawasan serta tata kelola setelah adanya tindak pidana kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh dr. PAP yang merupakan peserta PPDS Anestesiologi.
Oleh karena itu dalam usaha memperbaiki sistem pendidikan kedokteran, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Kementerian Kesehatan membentuk suatu Komite Bersama. Harapannya, Komite Bersama menjadi ruang pertukaran gagasan dan pikiran terkait bidang pendidikan kedokteran dan kesehatan.
“Kami dari Kemdiktisaintek akan proaktif, menjadikan Komite Bersama untuk menyempurnakan kebijakan-kebijakan yang ada. Supaya, hal-hal yang menjadi polemik di publik dapat diselesaikan dalam bentuk kebijakan pemerintah,” janji Menteri Brian.
Kemdiktisaintek mendorong para Rektor dan Dekan Fakultas Kedokteran penyelenggara PPDS untuk mempercepat program-program yang direncanakan ke depan untuk memperbaiki sistem yang ada, sambil tetap menjaga kualitas program tersebut. Menteri Brian meyakini bahwa hal ini dapat dicapai apabila diformulasikan bersama.
Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Airlangga (Unair), Bambang Sektiari Lukiswanto menyambut baik ajakan Kemdiktisaintek untuk bekerja sama lebih jauh.
“Kita semua akan mendukung program ini sepenuhnya,” ujar Warek Bambang.
Kemdiktisaintek bersama para Rektor dan Dekan dalam forum ini, kini mulai menyusun langkah selanjutnya, dengan tujuan memperkuat kurikulum dan sistem pendidikan dokter di Indonesia.
“Semoga kolaborasi terus berjalan dan dapat kembali meyakinkan masyarakat terhadap pendidikan kedokteran. Saya yakin, cara meyakinkan yang terbaik adalah melalui aksi nyata,” pungkas Menteri Brian.
Rapat ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, dan Staf Khusus bidang Komunikasi Publik dan Media Massa, Ezki Suyanto.