Cegah AHS, Kuda di Bromo Diperiksa Sampel Darahnya
Untuk mengantisipasi penyakit African Horse Sickness (AHS), Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo mengambil sampel serum dan darah kuda di sejumlah wilayah. Termasuk di sentra kuda tunggangan di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.
Pengambilan sampel dilakukan petugas dari Disperta Kabupaten Probolinggo, yang mendampingi pihak Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Selasa-Jumat, 17-21 November 2025. Populasi kuda di Probolinggo tersebar di sembilan kecamatan yakni, Sukapura, Banyuanyar, Tiris, Lumbang, Maron, Kraksaan, Bantaran, Dringu, dan Krejengan.
"Kami berkomitmen memperkuat layanan surveilans atau pengumpulan dan analisis data kesehatan hewan," ujar Kepada Disperta, Arif Kurniadi, Jumat.
Arif menjelaskan, Kabupaten Probolinggo berada pada jalur lalu lintas hewan yang strategis. Sehingga wajar jika ada potensi penularan AHS.
"Kami membantu dan memfasilitasi BBVet Wates dalam pengambilan sampel, khususnya untuk pemeriksaan serum dan darah kuda," ungkapnya.
Selain berhasil mengumpulkan 136 sampel darah kuda, Disperta juga melakukan sosialisasi terkait kesehatan hewan.
Pemilik kuda juga mendapatkan penyuluhan terkait pemberian suntikan vitamin secara mandiri.
"Jika pemilik kuda menggunakan ramuan herbal atau racikan sendiri, silakan saja asal berkonsultasi dengan Disperta," ungkap Arif.
Sementara Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Disperta Kabupaten Probolinggo, drh. Niko Nuryulianto menyampaikan, bahwa pengambilan sampel darah kuda ini sangat penting. Sebab Kabupaten Probolinggo merupakan kawasan wisata yang banyak memanfaatkan kuda sebagai sarana transportasi wisatawan.
βMeski AHS bukan penyakit zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia, namun penyakit ini dapat berdampak pada jasa transportasi wisatawan. Karena itu, pengambilan sampel ini penting sebagai deteksi dini AHS,β ujar Niko, panggilan akrab Niko Nuryulianto.
Niko berharap, kegiatan surveilans ini dapat berkelanjutan dengan pengambilan sampel darah kuda dilakukan 1-2 kali dalam setahun.
βTujuannya agar kesehatan kuda tunggangan wisatawan di Gunung Bromo tetap terjaga kesehatannya," pungkas Niko.
Advertisement