Ada Resto Gratis di Jember untuk Mahasiswa Sumatera yang Terdampak Banjir
Cak Kaji Resto dan Cafe Jalan Pangandaran, Kecamatan Sumbersari, Jember membuka program makan gratis bagi mahasiswa asal Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang keluarganya terdampak bencana alam. Program di restoran khas Timur Tengah itu resmi dimulai Kamis, 4 Desember 2025 dan akan berlangsung menyesuaikan perkembangan kondisi di daerah terdampak.
Manajer Cak Kaji Resto, Sudiyanto, mengatakan program ini lahir sebagai bentuk kepedulian.
“Kami turut berbela sungkawa atas musibah saudara-saudara kami di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dalam bentuk kepedulian itu, kami mencoba memberikan sedikit yang bisa kami lakukan untuk meringankan adik-adik mahasiswa di Jember,” ujarnya, Kamis, 4 Desember 2025.
Sudiyanto menjelaskan bahwa informasi program disebarkan melalui media sosial, mulai Instagram, Facebook, TikTok, dan grup WA untuk mengabarkan program peduli mahasiswa terdampak bencana.
Mahasiswa yang ingin memanfaatkan fasilitas makan gratis cukup menunjukkan identitas diri.
“Kami tidak ingin merepotkan. Cukup menunjukkan identitas, insyaallah kami layani,” tuturnya.
Lebih lanjut Sudiyanto mengatakan program makan gratis dibuka setiap hari sesuai jam operasional resto, yakni pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.
“Selagi ada yang perlu kami bantu, kami siap membantu,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa asal Sumatera Barat, Ahmad Zikri Khotibul Umam, mengaku sangat terbantu dengan inisiatif tersebut.
“Alhamdulillah senang sekali, sangat membantu mahasiswa perantauan yang mungkin terhalang atau belum mendapat kiriman dari orang tua,” ujarnya.
Umam, mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember asal Pasaman Barat, menceritakan kondisi daerahnya. Meskipun keluarganya selamat dari maut, namun jalan menuju rumahnya terputus oleh longsor.
“Keluarga alhamdulillah aman, tapi jalannya longsor dan putus. Itu satu-satunya akses menuju desa, jadi terisolir,” katanya.
Umam berharap bencana segera tertangani. Para korban bisa diatasi dan keluarga yang terkena terdampak diberi keselamatan.
Menurut Umam, mahasiswa asal Sumatera di Jember cukup banyak, lebih dari 100 orang.
“Mahasiswa asal Sumatera yang kuliah di Jember banyak, 100 orang lebih. Kami juga memiliki paguyuban,” pungkasnya.