Bupati Fawait Ingatkan Warga Jember Laporkan Pelayanan Buruk Lewat Wadul Gus’e
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya untuk menindak setiap bentuk pelayanan publik yang lamban atau mempersulit warga. Gus Fawait meminta masyarakat agar tidak ragu melapor melalui saluran resmi pengaduan Wadul Gus’e jika menemukan pelayanan buruk di tingkat desa, kecamatan, puskesmas, atau rumah sakit.
Hal tersebut disampaikan Gus Fawait dalam Apel Kebangsaan di Lapangan Sawunggaling, Desa Jombang, Kecamatan Jombang, Minggu, 09 November 2025,
“Kalau panjenengan dipersulit di Puskesmas, di rumah sakit, atau di kecamatan, jangan diam saja. Langsung WA ke Wadul Gus’e. Nomornya 0811-311111-08. Kirim pesan saja, nanti pasti kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Menuurt Gus Fawait, pengawasan berbasis partisipasi masyarakat sangat penting agar program pemerintah berjalan sesuai harapan, terutama dalam bidang kesehatan dan administrasi kependudukan. Gus Fawait menegaskan, tidak boleh ada pungutan liar, diskriminasi, atau penundaan pelayanan bagi warga Jember.
“Kalau bikin KTP disuruh bayar, laporkan. Kalau pelayanan kesehatan dipersulit, laporkan. Pemerintah itu harus melayani, bukan dilayani,” ujarnya.
Gus Fawait menjelaskan, Pemkab Jember telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC), yang menjamin seluruh warga ber-KTP Jember mendapat layanan kesehatan gratis di seluruh rumah sakit di Indonesia.
Karena itu, tidak ada alasan bagi petugas pelayanan publik untuk menolak atau menghambat warga yang membutuhkan bantuan.
“Mulai 1 April lalu, semua warga Jember yang ber-KTP Jember bisa berobat gratis, bahkan di luar daerah. Kalau masih ada yang ditolak, itu namanya pelayanan buruk. Langsung lapor ke kami,” tegasnya.
Gus Fawait juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari kepala dinas hingga perangkat desa, agar bersikap terbuka terhadap pengaduan masyarakat dan menjadikannya bahan evaluasi.
“Saya ingin setiap laporan dari rakyat ditindak cepat. Jangan sampai warga merasa jauh dari pemerintah. Era saya, warga bisa langsung bicara dengan bupati lewat WhatsApp,” katanya.
Bupati Fawait menutup sambutannya dengan mengingatkan kembali prinsip kepemimpinan yang ia pegang sejak awal menjabat: “Saya ini diingatkan oleh ibu saya. Kalau ada warga Jember sakit tidak bisa berobat, yang dosa bupatinya. Maka saya tidak mau ada pelayanan yang mempersulit rakyat.” pungkasnya.
Advertisement