BKN Ingatkan 6,5 Juta ASN Tertib Mengenakan Seragam Korpri
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan 6,5 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia untuk tertib mengenakan seragam Korpri sebagai identitas nasional pemersatu ASN lintas instansi dan wilayah.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional sekaligus Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, saat mengukuhkan Dewan Pengurus Korpri Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Masa Bakti 2026β2031.
Prof. Zudan menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi agenda utama Korpri, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Salah satu bentuk konsolidasi tersebut adalah penggunaan seragam Korpri secara tertib dan seragam di seluruh Indonesia.
βSeragam Korpri digunakan oleh ASN di seluruh Indonesia, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi. Karena itu, penggunaannya merupakan bagian dari konsolidasi dan penguatan identitas ASN,β ujar Prof. Zudan di Gedung dr. Prakosa UNS Solo dikutip laman resmi bkn, Rabu 28 Januari 2026.
Ia meminta ASN di lingkungan UNS, dan pada prinsipnya seluruh ASN, untuk mengenakan seragam Korpri setiap tanggal 17, setiap hari Kamis, serta pada peringatan hari besar nasional.
Dorong Kemandirian dan Profesionalisme Korpri
Selain penguatan identitas, Prof. Zudan juga menekankan pentingnya kemandirian dan profesionalisme Korpri. Ia menegaskan bahwa operasional Korpri tidak menggunakan dana APBN maupun APBD, melainkan mengandalkan pengembangan unit usaha dan kerja sama strategis.
Menurutnya, lingkungan perguruan tinggi memiliki potensi ekonomi yang dapat dikelola secara produktif oleh Korpri, seperti melalui koperasi pegawai, pengelolaan kantin, hingga layanan usaha lainnya yang melibatkan anggota.
βKorpri harus dikelola secara mandiri dan profesional. Kampus memiliki potensi ekonomi yang besar dan bisa menjadi penggerak kesejahteraan anggota,β jelasnya.
Aktifkan Kembali Peran Korpri di Kampus
Prof. Zudan juga mendorong Korpri UNS untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai program nasional Korpri, di antaranya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korpri dan Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri, baik secara mandiri maupun melalui koordinasi dengan kementerian terkait.
Pengukuhan pengurus Korpri UNS ini menandai aktifnya kembali Korpri di lingkungan perguruan tinggi setelah sempat vakum sejak era reformasi. Prof. Zudan mengapresiasi UNS sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi negeri pertama yang mengaktifkan kembali kepengurusan Korpri di kampus.
βHari ini menjadi angin segar. UNS bisa menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain untuk menghidupkan kembali Korpri sebagai wadah profesional pegawai,β ungkapnya.
Rektor UNS Tegaskan Korpri Bukan Organisasi Politik
Sementara itu, Rektor UNS Prof. Hartono menegaskan bahwa pengaktifan kembali Korpri di UNS bertujuan membangun wadah profesional pegawai, bukan organisasi politik.
βKorpri di UNS hadir sebagai organisasi profesi pegawai. Fokusnya pada peningkatan profesionalisme, integritas, dan kesejahteraan,β tegas Prof. Hartono.
Sebagai bentuk dukungan institusional, UNS berkomitmen mendukung program-program Korpri, termasuk penerapan penggunaan seragam Korpri. Prof. Hartono optimistis Korpri UNS dapat berkembang dengan baik, ditopang oleh sistem kesejahteraan pegawai yang telah berjalan, salah satunya melalui Koperasi Pegawai Negeri (KPRI) UNS yang memiliki kinerja kuat di Jawa Tengah.
Advertisement