Ngeri di Jombang, Nenek Rembyung Terpanggang Api
Tak ada yang mengetahui persis apa yang terjadi. Tahu-tahu tercium bau sangit daging terbakar. Bau sangit itu berasal dari arah rumah mbah Rembyung, warga di Dusun Sumberjo, Desa Glagahan, Perak, Jombang. Mbah Rembyung sudah 82 tahun, renta dan hidup sendirian.
Bau sangit daging terbakar itu cukup mencurigakan, pasalnya mbah Rembyung yang sudah renta itu tidak mungkin membakar sate sendirian. Apalagi, diketahui, simbah ini giginya sudah lama tidak kuat lagi makan daging.
Bau menusuk itu mengundang tanya Waluyo, 55 tahun, tetangga mbah Rembyung. Secara kebetulan dia juga mau menegok kolam lele miliknya di belakang rumah. Otomatis di juga harus berseliweran di dekat rumah milik simbah. Saat itu sekitar pukul 10.30 WIB.
Makin mendekati rumah mbah Rembyung, bau daging layaknya sate itu makin keras tercium dari arah dapur. Waluyo memikir, aneh juga ini simbah. Sedang bakar apa sih dia? Kata hatinya ini membuat Waluyo ingin mengintip dan untuk sekadar bertanya kepada Mbah Rembyung.
Hati Waluyo tercekat, ternyata dari arah dapur rumah mbah Rembyung mengepul asap tebal. Pasti ini bukan mbakar sate biasa. Mbakar sate kok asapnya sampai begitu. Tak kepalang tanggung pintu dapur pun dia dobrak. Brakkkk… soplak.
Seketika Waluyo histeris. Melolong minta tolong. Teriakan sekuat tenaga dari mulut Waluyo menggugah tetangga yang lain. Seperti dikejar setan, para tetangga saling mendahului mendekat ke arah teriakan Waluyo. Mereka pun lantas pucat, ikut histeris, dan bingung mau menolong yang bagaimana.
Terlihatlah pemandangan yang mengerikan. Mata pun tak sanggup melihatnya berlama-lama. Mbah Rembyung, simbah 82 tahun itu, tua renta dan sedirian hidupnya, tertimpa naas yang sangat. Nyawanya terengut maut. Tubuhnya tengkurap dalam bara api yang menyala. Tubuhnya terbakar separuh. Terbakar tubuhnya itulah yang meruapkan daging sangit dan dicium mencurigakan oleh Waluyo.
Warga sigap. Warga yang memiliki handphone segera mengontak polisi. Warga yang memiliki aplikasi WA juga langsung sigap, mengabarkan kepada siapa saja tentang naas pukul 10.30 pagi, 7 Februari 2018 itu. Sekejab, rumah mbah Rembyung sudah dipenuhi orang. Sudah dipenuhi para pelayat. Sudah dipenuhi para perangkat kampung.
Polisi yang datang ke TKP segera bekerja. Segera melakukan olah TKP. Kapolsek Perak, AKP Untung Sugiarto, menduga, nenek Rembyung terlibat kecelakaan saat hendak memasak di dapurnya. Diduga, jariknya tersambar api saat menyalakan tungku. Dia kaget lalu terjatuh. Celakanya jatuhnya juga langsung menimpa api. Api seketika lalu membakar sebagian anggota badannya. “Sebagian kakinya hangus, dan jarik itulah yang memungkinkan kakinya kesrimpet dan tak bisa bangun ketika api menyambarnya,” kata AKP Untung Sugiarto.
Keluarga simbah Rembyung terpukul. Sedih sejadinya. Tapi tak ada yang bisa diperbuat selain segera mengurus korban dan memakamkannya sebagaimana mestinya. (*)