Batu Besar di Atas PLTU Paiton Akibat Getaran Pemecah Batu di Proyek Tol
Teka-teki asal dan penyebab batu besar menggelinding hingga jatuh di jalan raya di atas kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Sabtu, 21 Februari 2025 siang, akhirnya terkuak. Pihak proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probolinggo) menyatakan, batu seukuran mobil Toyota Avanza itu meluncur dari perbukitan akibat getaran mesin pemecah batu.
Hal itu disampaikan Pelaksana Seksi III Wika, Tol Probowangi, Sugeng Widodo. Batu besar tersebut jatuh akibat getaran dari proses pemecahan batu di lokasi proyek.
"Di atas itu ada mesin breaker tetapi agak jauh. Waktu proses pemecahan batu getarannya keras karena kapasitas mesinnya besar," ujarnya kepada wartawan, Sabtu, 21 Februari 2025 sore.
Pekerja proyek, kata Sugeng, tidak mengetahui posisi batu yang tersembunyi dan tertanam di dalam tanah. Belakangan diketahui setelah batu yang berada di lereng perbukitan meluncur akibat getaran mesin pemecah batu.
"Batu tersebut bentuknya agak lonjong dengan ketinggian sekitar 1,8 meter," ujar Sugeng Widodo.
Begitu batu besar itu menggelinding ke jalan raya, lanjut Sugeng, pihak Wika langsung menghentikan proses pemecahan batu. "Kami stop dulu, sambil menunggu proteksi selanjutnya, empat sampai lima hari ke depan," sambungnya.
Yang jelas, lanjut Sugeng Widodo, agar tidak mengganggu arus lalu lintas Probolinggo-Situbondo, Sabtu sore batu itu dievakuasi dengan escavator. Batu berbentuk lonjong itu dipinggirkan ke tepi jalan. Ia menjelaskan, posisi batu itu di perbukitan yang cukup tinggi, sekitar 25-30 meter dari jalan raya.
"Kami tidak berani mengecek batu-batu lain yang berada di tebing, karena sangat terjal," ungkapnya.
Terkait musibah jatuhnya batu besar itu, pihak kontraktor sudah dipanggil Polsek Paiton. Hal senada diungkapkan Kapolsek Paiton, AKP Maskur Anshori.
"Kami hanya mem-backup keamanan di sekitar TKP jatuhnya batu besar itu, hal lain-lain ditangani Polres Probolinggo," jelas Kapolsek.