Banyak Arah Suara Adzan, Harus Jawab yang Mana?
Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Masjid dan mushalla pun tersebar di mana-mana. Bahkan Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengklaim bahwa Indonesia memiliki masjid dan mushalla terbanyak di dunia. Tak ayal jika suara adzan satu per satu saling bersahut.
Mendengar adzan yang saling bersahut tersebut, manakah adzan yang harus kita jawab? Apakah hanya satu saja atau semua adzan yang kita dengar. Bahkan hadits telah menyebutkan anjuran untuk menjawab adzan tersebut:
ุฅูุฐูุง ุณูู ูุนูุชูู ู ุงููู ูุคูุฐูููู ููููููููุง ู ูุซููู ู ูุง ููููููู
Artinya, โJika kalian mendengar suara muadzin (mengumandangkan adzan) maka katakanlah sebagaimana yang telah diucapkan oleh muadzin,โ (Lihat Imam Muslim, Sahih Muslim, [Beirut: Dฤr Jฤซl, tanpa catatan tahun], juz II, halaman 4).
โJika mendengar suara (adzan) muadzin setelah muadzin yang lain, apakah dikhususkan anjuran untuk mengikuti muadzin pertama atau dianjurkan juga menjawab seluruh muadzin. Ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan salaf, seperti yang dinyatakan Al-Qadhi Iyadh dalam Syarh Sahih Muslim...."
Nah, terkait mana adzan yang secara khusus dianjurkan untuk dijawab ketika kita mendengar adzan yang begitu banyak tersebut, Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmuโ-nya menjelaskan bahwa ada dua pendapat.
ุฅุฐุง ุณู ุน ู ุคุฐูุง ุจุนุฏ ู ุคุฐู ูู ูุฎุชุต ุงุณุชุญุจุงุจ ุงูู ุชุงุจุนุฉ ุจุงูุฃูู ุฃู ูุณุชุญุจ ู ุชุงุจุนุฉ ูู ู ุคุฐู ููู ุฎูุงู ููุณูู ุญูุงู ุงููุงุถู ุนูุงุถ ูู ุดุฑุญ ุตุญูุญ ู ุณูู ููู ุฃุฑ ููู ุดูุฆุง ูุฃุตุญุงุจูุง. ูุงูู ุณุฃูุฉ ู ุญุชู ูุฉ ูุงูู ุฎุชุงุฑ ุฃู ููุงู ุงูู ุชุงุจุนุฉ ุณูุฉ ู ุชุฃูุฏุฉ ููุฑู ุชุฑููุง ูุชุตุฑูุญ ุงูุฃุญุงุฏูุซ ุงูุตุญูุญุฉ ุจุงูุฃู ุฑ ุจูุง ููุฐุง ูุฎุชุต ุจุงูุฃูู ูุฃู ุงูุฃู ุฑ ูุง ููุชุถู ุงูุชูุฑุงุฑ ูุฃู ุง ุฃุตู ุงููุถููุฉ ูุงูุซูุงุจ ูู ุงูู ุชุงุจุนุฉ ููุง ูุฎุชุต ูุงููู ุฃุนูู
Artinya, โJika mendengar suara (adzan) muadzin setelah muadzin yang lain, apakah dikhususkan anjuran untuk mengikuti muadzin pertama atau dianjurkan juga menjawab seluruh muadzin. Ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan salaf, seperti yang dinyatakan Al-Qadhi Iyadh dalam Syarh Sahih Muslim. Saya (Imam An-Nawawi) tidak menemukan pendapat terkait masalah ini pada ulama Syafiโiyah. Permasalahan ini ada beberapa kemungkinan. Kesimpulan yang lebih tepat bahwa menjawab adzan hukumnya sunah muakkad (ditekankan), makruh jika ditinggalkan, berdasarkan hadits shahih yang secara tegas memerintahkannya. Ini hanya khusus untuk menjawab adzan yang pertama karena perintah tidak menunjukkan harus diulang. Hanya saja, keutamaan dan pahala menjawab adzan, tidak hanya khusus untuk menjawab adzan yang pertama,โ (Lihat An-Nawawi, Al-Majmลซสฝ Syarแธฅul Muhaddzab, [Beirut: Dฤrul Fikr, tanpa catatan tahun], juz III, halaman 119).
Dari pendapat di atas bisa disimpulkan bahwa jika terjadi adzan yang bersahutan, maka cukup dijawab adzan yang pertama. Namun, menjawab adzan-adzan setelahnya juga masih diberikan keutamaan dan pahala.
Imam An-Nawawi menguatkan pendapat yang menyebutkan bahwa yang disunnahkan adalah menjawab adzan yang pertama, karena menurutnya, perintah menjawab adzan tersebut tidak menunjukkan adanya keharusan untuk mengulang (Al-amr la yaqtadhit tikrฤr). Wallahu aโlam.
Demikian penjelasan Ustadz Muhammad Alvin Nur Choironi, dikutip dari nu-online.
sumber:http://www.nu.or.id/post/read/103306/suara-adzan-dari-banyak-arah-mana-yang-harus-dijawab
Advertisement