Banjir Luapan Sungai di Situbondo Rendam 6.155 Rumah di Lima Kecamatan
Banjir luapan air sungai menerjang lima kecamatan di Situbondo, Jawa Timur. Banjir terjadi akibat sungai tidak mampu menampung air hujan yang mengguyur Situbondo siang sampai malam selama empat hari beruntun, Minggu hingga Rabu, 19 - 21 Januari 2026.
Kepala BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, mengatakan, banjir akibat luapan sungai itu terjadi Rabu, 21 Januari 2026, malam, mulai sekitar pukul 22.00 WIB. Lima kecamatan itu, yakni Besuki, Banyuglugur, Bungatan, Mlandingan, dan Kendit.
"Sebanyak 6.155 rumah tersebar di sejumlah desa pada lima kecamatan terdampak banjir luapan sungai, dengan terbanyak di Kecamatan Besuki sebanyak 3 ribu rumah," kata Timbul Surjanto, Kamis, 22 Januari 2026.
Banjir di lima kecamatan itu, menurut dia, berangsur surut Kamis, 22 Januari 2026 pagi begitu hujan reda pada Rabu dini hari. Meski begitu, warga belum bisa beraktivitas seperti biasanya, karena harus membersihkan lumpur sisa banjir luapan sungai menggenangi rumahnya.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya di lima kecamatan yang baru diterjang banjir luapan sungai untuk selalu waspada saat turun hujan. Karena, saat ini hujan masih terus menerjang seluruh wilayah kecamatan di Situbondo," ujar mantan Kepala Dinas Sosial Situbondo itu.
Banjir Sempat Macetkan Lalu Lintas Pantura Situbondo
Tidak hanya merendam ribuan rumah warga, tambah Timbul Surjanto, banjir luapan sungai juga menggenangi Jalan Raya Pantura Situbondo di Kecamatan Besuki dan Banyuglugur. Bahkan, arus lalu lintas Jalur Pantura Situbondo di dua kecamatan itu sempat macet, Rabu, 21 Januari 2026, malam hingga dini.
"Namun, arus lalu lintas Jalur Pantura Situbondo kembali normal pada Kamis, 22 Januari 2026 dini hari begitu banjir surut setelah hujan reda. Banjir luapan sungai di lima kecamatan ini dengan ketinggian air mencapai satu meter," tambahnya.