Bandara Ngloram Cepu Mati Suri, Dulu Digadang-gadang Kini Sepi Penumpang
Bandara Ngloram yang terletak di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini mengalami kondisi mati suri. Bandara yang sempat digadang-gadang menjadi penghubung utama transportasi udara di wilayah timur Jawa Tengah itu justru tampak sepi dan minim aktivitas penerbangan.
Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember 2021, Bandara Ngloram dibangun dengan anggaran APBN sekitar Rp132 miliar, dan diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi kawasan Cepu dan sekitarnya. Namun realitanya, setelah sempat dilayani oleh maskapai seperti Citilink dan Wings Air, bandara ini kini tidak lagi beroperasi secara komersial.
Sejumlah faktor utama yang menyebabkan Bandara Ngloram stagnan bahkan nyaris tak beroperasi:
Target Pasar Belum Terbentuk Optimal: Meskipun ada upaya untuk membentuk pasar, seperti koordinasi dengan pemerintah daerah sekitar dan PPSDM Migas, namun tampaknya jumlah penumpang yang stabil belum tercapai. Kehadiran bandara ini belum sepenuhnya tersambung dengan kebutuhan pasar yang kuat di wilayah Blora dan sekitarnya.
Tujuan Perjalanan yang Belum Kuat: Blora dinilai belum memiliki daya tarik yang cukup kuat baik sebagai kota industri maupun pariwisata untuk menarik banyak orang datang menggunakan pesawat. Pengamat kebijakan publik bahkan berpendapat bahwa Blora belum memiliki "nilai jual" yang jelas untuk menarik penumpang pesawat dengan harga tiket yang relatif mahal.
Tingginya Harga Avtur: Salah satu penyebab utama saat awal beroperasi adalah tingginya harga avtur (bahan bakar pesawat) yang berdampak pada mahalnya harga tiket. Hal ini membuat maskapai sulit bersaing dan menarik penumpang.
Dampak Pandemi COVID-19: Pandemi COVID-19 juga berimbas pada industri penerbangan secara global, termasuk ketersediaan pesawat dan kru. Banyak pesawat yang dikandangkan saat pandemi, sehingga proses untuk menerbangkan kembali membutuhkan waktu dan biaya.
Penghentian Rute oleh Maskapai: Beberapa maskapai seperti Citilink dan Wings Air sempat mengoperasikan rute ke Bandara Ngloram, namun kemudian menghentikan layanan karena sepinya penumpang atau alasan efisiensi operasional.
Runway Terlalu Pendek: Runway Bandara Ngloram saat ini dinilai terlalu pendek untuk didarati oleh pesawat jenis Boeing 737. Hal ini membatasi jenis pesawat yang bisa beroperasi dan berpotensi membatasi jumlah penumpang yang bisa diangkut dalam satu penerbangan. Ada usulan untuk memperpanjang runway agar pesawat jenis Boeing bisa mendarat.
Proyek Mahal Tanpa Urgensi Kuat: Pembangunan Bandara Ngloram menelan anggaran APBN yang cukup tinggi (Rp 132 miliar). Namun, ada pandangan bahwa proyek ini kurang memiliki urgensi yang kuat mengingat kondisi pasar dan daya tarik wilayah Blora. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa bandara tersebut "mangkrak" atau "mati suri" meskipun sudah diresmikan.
Meskipun demikian, ada upaya untuk kembali mengaktifkan Bandara Ngloram, seperti penjajakan dengan maskapai Susi Air dan rencana untuk melayani penerbangan umrah-haji. Namun, tantangan untuk menarik penumpang dan menciptakan konektivitas yang berkelanjutan masih menjadi pekerjaan rumah.
Seorang warga Cepu, Agus mengakui, bahwa Bandara Ngloram, dari tahun 1980-an, jadi kebanggaan warga di Kecamatan Cepu, Blora. Setidaknya saat bandar aini dibangun oleh Migas Cepu dan kemudian menjadi bandara komersil, tahun 2015-an. “Tapi kini, sepi,” ujarnya pada Ngopibareng.id Minggu 25 Juni 2025. Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Blora, memperhatikan betul, mengoperasikan bandara berjarak sekitar 13 kilometer dari Ibukota Kecamatan Cepu ini.
Sebelumnya Bupati Arief Rohman mengatakan penerbangan feeder umroh di Bandara Ngloram. Menurutnya, dengan adanya pemberangkatan calon jamaah umrah dari Bandara Ngloram dianggap mampu menghemat waktu perjalanan pada pertengahan November 2023 silam.
“Pertama tentu untuk optimalisasi Bandara Ngloram. Dan membantu kemudahan masyarakat dalam melaksanakan ibadah umroh, menghemat waktu perjalanan jamaah umroh,” kata Bupati yang akrab dipanggil Gus Arief beberapa waktu lalu.