BKHIT Jawa Timur Gelar Vaksin Rabies Gratis, 110 Hewan Tervaksin
Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur menggelar vaksinasi rabies gratis kucing dan anjing. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Karantina Nasional ke-148 sekaligus momentum World Rabies Day, yang biasa diperingati setiap 28 September.
Kegiatan ini digelar di kantor Badan Karantina Indonesia (Barantin) yang berlokasi di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jumat 17 Oktober 2025. Peminatnya lumayan banyak, ada 110 hewan peliharaan. Terdiri dari 9 ekor anjing dan 101 ekor kucing, yang dibawa pemiliknya masing-masing.
Ketua Tim Kerja Karantina Hewan BKHIT Jawa Timur, drh. Wirawan Budi Utomo, menjelaskan, kegiatan vaksinasi ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit rabies.
“Kegiatan ini selain memperingati Hari Karantina juga dalam rangka World Rabies Day. Kami rutin setiap tahun mengadakan vaksinasi gratis bekerja sama dengan instansi terkait kesehatan hewan,” ujarnya.
Menurut drh. Wirawan, rabies merupakan penyakit zoonosis yang sangat berbahaya. Karena, dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan hewan pembawa virus, seperti anjing, kucing, dan kera.
“Untuk mencegah penularan, vaksinasi terhadap hewan penular rabies wajib dilakukan setahun sekali. Semakin banyak hewan yang tervaksin, maka kemungkinan penyebaran rabies akan semakin kecil,” jelasnya.
Untuk itu, Wirawan menekankan, pentingnya tindakan cepat apabila terjadi kasus gigitan hewan penular rabies (HPR). Langkah pertama, setelah tergigit adalah segera mencuci luka dengan sabun dan air mengalir hingga bersih.
Lalu, segera menuju fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR). Penanganan cepat bisa menyelamatkan hingga 80 persen kasus.Adapun masa inkubasi virus rabies dapat berlangsung antara 14 hingga 90 hari, tergantung kondisi korban dan hewan yang menggigit.
“Biasanya hewan yang sudah terinfeksi akan menunjukkan gejala seperti agresif, takut air (hidrofobia), dan takut cahaya (fotofobia). Hewan penggigit juga perlu diamati selama 14 hari untuk memastikan kondisinya,” terang Wirawan.
Sementara itu, salah seorang peserta vaksinasi, Riska, warga Surabaya sekaligus pemilik kucing bernama Mustofa, menyambut gembira adanya kegiatan vaksinasi rabies gratis tersebut. Ia mengaku senang. soalnya kalau vaksin mandiri terus-menerus biayanya cukup lumayan.
“Apalagi buat kami yang sering menampung kucing jalanan,” ujarnya.
Riska mengetahui informasi kegiatan tersebut dari komunitas pecinta kucing Surabaya melalui grup WhatsApp. Ia langsung mendaftarkan kucingnya begitu mendapat informasi dari salah satu anggota komunitas.
“Mustafa baru pertama kali divaksin rabies. Usianya baru tujuh bulan. Rencananya tahun depan ikut vaksin lagi,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Balai Karantina berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi rabies dapat semakin meningkat. Sekaligus menekan risiko penularan rabies di Jawa Timur, yang saat ini tergolong rendah dibandingkan wilayah lain di Indonesia.