Atap Tiga Kelas SDN Pamatan III Probolinggo Ambruk
Meski baru sekitar dua tahun direhabilitasi, atap tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) III Pamatan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo ambruk, Sabtu, 14 Februari 2026. Tidak ada korban luka dan jiwa akibat ambruknya atap dengan kerangka galvalum karena terjadi dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Berdasarkan catatan, bangunan yang ambruk tergolong baru karena pernah direhab pada 2024 lalu atau baru berumur dua tahun. Informasinya, atap tiga ruang kelas SDN Pamatan II itu ambruk diduga akibat tidak kuat menahan beban. Sebelumnya, bangunan tersebut diguyur hujan deras. Kerangka bangunan yang terbuat dari baja ringan (galvalum) diduga melengkung kemudian ambruk.
Warga sekitar, Titik Hindayani, mengatakan, peristiwa itu baru diketahui setelah petugas kebersihan sekolah datang, Sabtu pagi. Sebelumnya warga sekitar sekolah mendengar suara berdebum keras seperti ambruknya bangunan pada Sabtu dini hari.
"Sabtu dini hari terdengar suara keras, namun saya kira suara truk yang melintas dan terjerembab ke lubang di jalan. Ternyata sekitar pukul 05.00 WIB, petugas kebersihan memberi tahu bahwa atap sekolah ambruk," kata Titik.
Pasca-anbruknya atap bangunan, proses belajar mengajar tetap berjalan. Siswa kelas 1-3 direlokasi ke ruang kelas lain yang masih utuh.
"Atap tiga ruang kelas yang ambruk tersebut baru direnovasi. Bahkan, untuk mempercantik ruangan, siswa dan guru sempat menghias ruang kelas," ungkap Titik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Hari Tjahjono mengatakan, pasca-kejadian ambruknya atas bangunan, ia bersama pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), BPBD Kabupaten Probolinggo dan Forkopimca Tongas melaksanakan evaluasi.
"Alhamdulillah, dari asesmen tersebut dapat dilakukan perbaikan ringan sehingga ruangan masih bisa difungsikan sambil menunggu usulan Dana Tidak Terduga (DTT)," kata Hari.
Hari menjelaskan, sebenarnya atap tiga ruang kelas 1-3 pernah direnovasi pada 2024 lalu. Meski masa pemeliharaan dari pelaksana proyek telah habis, sebagai bentuk tanggungjawab, pihak pelaksana tetap ikut membersihkan reruntuhan atap bangunan.
Terkait kegiatan belajar-mengajar, kata Hari, terhitung mulai 16- 20 Februari 2026 libur awal puasa.
"Saat masuk nanti, proses belajar mengajar akan menggunakan ruang kelas yang masih bisa dipakai," pungkas Hari.
Advertisement