Angkutan Nataru, KAI Daop 9 Jember Siapkan 144 Ribu Kursi dan Mitigasi Cuaca Ekstrem
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (KAI Daop) 9 Jember, memastikan kesiapan penuh layanan menjelang masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Mulai dari kesiapan operasional, sarana, hingga penguatan pengawasan keselamatan jalur dipersiapkan guna mendukung lonjakan mobilitas masyarakat di penghujung tahun.
KAI Daop 9 Jember menyediakan total 144.504 tempat duduk untuk masyarakat yang bepergian. Kesiapan ini merupakan hasil inspeksi lintas menggunakan Kereta Inspeksi oleh Direksi dan Komisaris PT KAI bersama Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, yang menyisir seluruh jalur operasional Daop 9 Jember.
Direktur Bisnis & Pengembangan Usaha PT KAI, Rafli Yandra, menyampaikan, selama masa Nataru akan dioperasikan 26 perjalanan KA per hari di Daop 9 Jember. Rinciannya, 24 KA reguler termasuk KA Fakultatif Ijen Ekspres yang berjalan harian, serta 2 perjalanan KA Mutiara Timur Tambahan relasi Ketapang–Surabaya Gubeng.
Dari total kapasitas 144.504 tersebut, 45.361 tiket telah terjual hingga 4 Desember 2025. KA Probowangi menjadi yang paling diminati dengan penjualan 11.794 tiket, disusul KA Sritanjung sebanyak 10.275 tiket.
“Berdasarkan data penjualan tiket sementara, KA Probowangi relasi Ketapang-Surabaya Gubeng dan KA Sritanjung relasi Ketapang-Lempuyangan menjadi primadona masyarakat,” jelasnya, Kamis, 4 Desember 2025.
Demi menjamin keselamatan perjalanan di tengah potensi cuaca ekstrem, KAI melakukan peremajaan prasarana secara masif. Sebanyak 24 unit wesel telah diganti di delapan titik jalur, termasuk Rambipuji, Tanggul, Jatiroto, Randuagung, Klakah, Leces, Malasan, dan Probolinggo.
Kewaspadaan ekstra juga diterapkan pada titik-titik rawan bencana hidrometeorologi. Daop 9 telah memetakan tiga titik rawan banjir, yakni dua titik di wilayah Pasuruan dan satu di Banyuwangi.
Selain menyiapkan 144.504 tempat duduk, Daop 9 Jember juga memetakan tiga titik rawan banjir, masing-masing dua lokasi di Pasuruan dan satu di Banyuwangi. Upaya peninggian jalur, perbaikan geometri, serta pembersihan sedimentasi dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan perjalanan. Pemantauan cuaca dilakukan secara real-time bekerja sama dengan BMKG.
Sebagai antisipasi tambahan, KAI Daop 9 menyiagakan 19 Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) Ekstra yang bergerak insidentil ketika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam.
“Untuk dua titik di Pasuruan (BH 251 dan BH 298), kami telah melakukan peninggian jalur dan perbaikan geometri. Sementara di Banyuwangi (BH 93), pembersihan sedimentasi terus dilakukan agar aliran air lancar. Kami juga bekerja sama intensif dengan BMKG untuk memantau cuaca secara real-time,” pungkasnya.