Angin Muson Picu Kenaikan Ikan Laut di Probolinggo
Faktor cuaca buruk berupa angin muson membuat sebagian besar nelayan di Probolinggo enggan melaut. Dampaknya, ikan laut di pasar tradisional di Kota Probolinggo naik di kisaran Rp2 ribu hingga Rp5 ribu, sejak sekitar sepekan lalu.
Harga ikan di Pasar Ikan Mayangan (PIM), Kota Probolinggo terdongkrak naik. Seperti ikan tongkol yang sebelumnya Rp21 ribu naik menjadi Rp24ribu per kilogram. Ikan mangla yang awalnya Rp15 ribunaik menjadi Rp17 ribu per kilogram.
"Ikan dorang juga naik. Sebelumnya Rp40 ribu, sekarang menjadi Rp45 ribu per kilogram," kata Sulama, pedagang ikan di PIM, Mayangan, Kota Probolinggo, Sabtu, 29 November 2025.
Hal senada diungkapkan Fredi, juga pedagang di PIM. Dikatakan ikan benggol naik dari Rp27 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Ikan Lemuru melonjak dari Rp15 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram.
Naiknya harga ikan di PIM, kata Fredi, terjadi sejak sekitar sepekan lalu. Meski harga ikan melonjak, stok ikan di Pasar Ikan Mayangan masih melimpah.
"Karena sebagian ikan didatangkan dari luar daerah seperti, dari Situbondo, Pasuruan, hingga Malang," ujarnya.
Penyebab harga ikan melonjak, kata Fredi, karena nelayan Probolinggo enggan melaut. Hal biasa saat bertiup angin muson, sebagian nelayan memilih libur melaut.
Sulama memprediksi, cuaca buruk (angin) akan berlangsung hingga pertengahan Desember mendatang.
"Jadi harga ikan diprediksi terus melonjak, apalagi nanti akhir Desember harga ikan diduga naik karena banyak warga bakar-bakar ikan menyambut tahun baru 2026," kata Sulama.