Anggaran Program MBG Dipangkas dari Rp335 Triliun menjadi Rp268 Triliun
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan, anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026 dipangkas dari pagu semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
Penghematan dilakukan agar penggunaan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi menjadi lebih efektif dan efisien. Pemerintah juga tengah memperbaiki tata kelola pelaksanaan program MBG.
"Rp268 triliun untuk sementara angkanya dulu, tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung,β ujar Purbaya dalam keterangan pers dikutip Sabtu, 23 Mei 2026.
Kata Purbaya, Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara BGN membelanjakan uang. Hingga 30 April 2026, realisasi anggaran MBG tercatat mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari total pagu sebelumnya Rp335 triliun.
Layanan MBG Menjadi Lima Hari
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan sejumlah penyesuaian dalam pelaksanaan program MBG setelah anggarannya dipangkas menjadi Rp268 triliun pada tahun 2026. Salah satu perubahan utama adalah layanan MBG untuk anak sekolah dikurangi dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.
Dadan mengatakan langkah penghematan dilakukan setelah gejolak global, terutama akibat krisis di Selat Hormuz, sesuai Arahan Presiden Prabowo Subianto.
βSejak adanya krisis global terutama gejolak di Selat Hormuz, telah melakukan konsolidasi sesuai arahan presiden dengan melakukan langkah penghematan,β ujar Dadan dikutip, Sabtu, 23 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pengurangan hari layanan berlaku untuk sebagian besar sekolah. Namun tetap diberikan bagi sekolah yang masih menjalankan kegiatan belajar enam hari, termasuk sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
βPelayanan MBG untuk anak sekolah yang awalnya enam hari menjadi lima hari, kecuali untuk anak sekolah yang menjalankan sekolah enam hari dan sekolah yang menjalankan sekolah lima hari tetapi di daerah 3T dan prevalensi stunting tinggi,β ujarnya.
Selain itu, pelayanan MBG pada masa libur sekolah juga akan dibatasi. Dadan mengatakan pendistribusian makanan saat libur hanya diberikan kepada kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
βPelayanan di hari libur sekolah hanya untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita,β ujarnya.
Dadan juga mengungkapkan total pagu APBN Badan Gizi Nasional pada tahun 2026 sebesar Rp268 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp67 triliun disiapkan sebagai dana cadangan di Dana Alokasi Umum (DAU).
Meski ada efisiensi anggaran dan penyesuaian layanan, Dadan anggaran bahan baku makanan per porsi tidak berubah. Pemerintah tetap mempertahankan nilai Rp10 ribu per porsi MBG.
βUntuk bahan baku tetap bersifat Rp10 ribu dengan biaya tergantung indeks kemahalan daerah,β kata Dadan.
Program tersebut saat ini telah menjangkau 61,96 juta penerima dengan dukungan 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai daerah.
Advertisement