Ajari Anakmu Ilmu Agama, Apa Maksudnya?
βUstadz, terus terang saja, saya ini kurang banyak memahami agama Islam. Bahkan, saya termasuk orang awam. Karena itu, bagaimana soal pendidikan anak-anak kami tentang agama. Sementara, Rasulullah SAW memerintahkan orangtua untuk mengajari anak-anaknya?β
Masalah tersebut disampaikan Ny Minarsih Anton, warga Kebraon Surabaya, pada ngopibareng.id. Persoalan serupa juga ditanyakan ke redaksi ngopibareng.id
Untuk menjawab masalah ini, berikut penjelasan KH Luthfi Bashori, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang, yang juga Pengasuh Pesantren Ilmu Al-Quran (PIQ) SIngosari, Malang. Berikut penjelasannya:
Sy. Abu Hurairah RA mengutarakan Rasulullah SAW bersabda, βTidak seorang anak pun yang lahir melainkan dalam keadaan suci bersih. Kedua orangtuanyalah yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi.β (HR. Muslim)
Hadits di atas ini menunjukkan, bahwa kewajiban setiap orang tua muslim itu untuk mengajari anak-anaknya mengenal ajaran Islam.
Banyak cara tentunya, adakalanya di antara orang tua itu sudah ahli dalam memahami agama, maka secara otomatis mereka berkewajiban mengenalkan ajaran agama kepada anak-anaknya. Namun adakalnya juga, sebagian orang tua itu masih awam dalam bidang agama, maka mereka tetap berkewajiban mencarikan guru agama, entah lewat privat dipanggil ke rumahnya, atau mengirim anak-anaknya ke tempat pengajian.
Dalam hadits lain, Sy. Abu Hurairah RA juga menyampaikan bahwa Rasulullah SAW menegaskan, βTidak seorang pun bayi yang baru lahir melainkan dalam keadan suci. Kedua orangtuanyalah yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani, dan Musyrik.β
Bertanyalah seorang laki-laki, βWahai Rasulullah SAW, bagaimana kalau anak itu mati sebelumnya, maksudnya (mati sebelum di sesatkan oleh orangtuanya)?β
Rasulullah SAW bersabda, βMuliakanlah anak-anakmu dan didiklah mereka dengan budi pekerti yang mulia.β (HR. Ibnu Majah).
Rasulullah SAW sangat perhatian terhadap urusan pendidikan anak terkait pengenalan mereka terhadap ajaran agama.
Sebagaimana riwayat Sy. Amir bin Syuβaib RA yang telah mendengar dari ayahnya, bahwa sang ayah mendapat cerita dari kakeknya tentang sabda Rasulullah SAW, βPerintahlah anak-anakmu mengerjakan shalat ketika berusia tujuh tahun, dan pukulah mereka karena meninggalkan shalat apabila berumur sepuluh tahun. Juga pisahkanlah tempat tidur mereka (yang lelaki dan yang perempuan).β (HR. Abu Dawud).
Menariknya Sy. Abu Hafs Umar bin Abu Salamah RA juga mengungkapkan pengalamannya di masa kecil, ia mendapat pelajaran terkait pengenalan terhadap agama ini, langsung dari Rasulullah SAW, βKetika masih kecil, saya berada dalam asuhan Rasulullah SAW. Saya sering berganti-ganti tangan untuk mengambil makanan di piring. Kemudian Rasulullah SAW bersabda kepada saya,βWahai Nak, sebutlah nama Allah Taβala. Makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang terdekat.β Seperti itulah cara makan saya setelah itu.β (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Betapa perhatiannya Rasulullah SAW dalam urusan pendidikan terhadap anak-anak, karena kebaikan sikap anak-anak di masa kecil, dari hasil pendidikan yang baik itu, menunjukkan bagaimana keberadaan mereka di masa dewasa nanti. (adi)
Advertisement