Ada Sekolah Rakyat, Pembangunan SMPN Baru di Probolinggo Dibatalkan
Meski sudah lama direncanakan, pembangunan SMPN Negeri di belahan barat Kota Probolinggo akhirnya dibatalkan. Pertimbangannya, Kota Probolinggo sudah memiliki Sekolah Rakyat (SR) yang menampung 100 siswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Siti Romlah mengatakan, tahun ini, belum ditentukan titik lokasi calon SMPN 11.
"Sehingga SMPN ke-11 batal dibangun di Kota Probolinggo," ujarnya, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Romlah juga menyodorkan analisa, pada tahun 2025 ini lulusan SD/MI di Kota Probolinggo tercatat sebanyak 4.009 siswa. Sedangkan untuk pagu SMPN di Kota Probolinggo sebanyak 2.448 siswa.
Keberadaan SR juga menjadi alasan kuat, Kota Probolinggo tidak perlu membangun SMPN baru. SR yang mulai beroperasi, dapat menampung 1.000 siswa. Yakni, jenjang SMP menampung empat rombongan belajar (rombel), ke depan dapat menampung lulusan SD/MI.
"Kemudian ditambah lagi SMP swasta dan MTs swasta sebanyak total 35 lembaga, yang masih bisa menampung jumlah lulusan SD/MI sehingga pada tahun ini belum didirikan SMPN 11," kata Romlah.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP), Setiorini Sayekti.
"Rencana pembangunan SMPN 11 dibatalkan. Pembatalan tersebut wewenang Disdikbud Kota Probolinggo," ungkapnya.
Sebenarnya, kata Rini, panggilan akrab Setiorini Sayekti, rencana pembangunan SMPN baru sudah ada anggarannya.
"Namun karena anggarannya tidak diserap, sehingga akan dialihkan ke kegiatan prioritas lain di PUPR PKP," katanya.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Probolinggo berencana membangun SMPN ke-11. Bahkan tiga bakal lahan di beberapa lokasi sudah disiapkan untuk SMPN baru. Yakni, di Jalan Argopuro tepatnya di Kopian Barat, Kelurahan Katapang, Kecamatan Kademangan, di sekitar Lapangan Kademangan, dan di Jalan Galunggung, Kelurahan Triwung Kidul.