Waspada Banjir Pesisir Rob 1–10 Desember 2025, BMKG Imbau Warga Siaga
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok mengeluarkan Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) yang berlaku pada 1 hingga 10 Desember 2025. Peringatan ini dikeluarkan menyusul potensi pasang maksimum air laut yang dipicu oleh fase Bulan Purnama dan fenomena Perigee (Supermoon).
BMKG menjelaskan, kombinasi kedua fenomena astronomi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum yang dapat memicu banjir pesisir atau rob, khususnya di wilayah pesisir utara DKI Jakarta.
Wilayah Pesisir Utara Jakarta Berpotensi Terdampak
Sejumlah kawasan pesisir utara Jakarta yang diimbau meningkatkan kewaspadaan meliputi:
Kamal Muara
Kapuk Muara
Penjaringan
Pluit
Ancol
Kamal
Marunda
Cilincing
Kalibaru
Muara Angke
Tanjung Priok
Kepulauan Seribu
BMKG meminta masyarakat di wilayah tersebut untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang dapat mengganggu aktivitas harian.
Potensi Rob di Wilayah Lain Hingga Januari 2026
Selain Jakarta, BMKG juga memetakan potensi banjir pesisir di sejumlah wilayah lain di Indonesia dengan periode berbeda, antara lain:
Pesisir Jawa Timur (Jatim): 31 Desember 2025 – 5 Januari 2026
Pesisir Bali: 1 – 6 Januari 2026
Pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Lombok: 1 – 8 Januari 2026
Pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT): 1 – 6 Januari 2026
Pesisir lainnya: Berpotensi terjadi pada rentang 30 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026
BMKG: Aktivitas Pesisir Berpotensi Terganggu
BMKG menyebutkan, banjir pesisir secara umum dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir dan pelabuhan.
“Potensi banjir pesisir secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” kata BMKG dalam keterangannya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca maritim terkini.
“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” imbuhnya.
Pantau Informasi Resmi dan Layanan Darurat
Masyarakat diminta untuk rutin memantau informasi terbaru mengenai kondisi gelombang dan pasang air laut melalui kanal resmi BMKG. Apabila terjadi kondisi darurat yang membutuhkan bantuan segera, warga dapat menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112.
Dengan meningkatnya potensi banjir pesisir rob Desember 2025 hingga Januari 2026, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak dan risiko yang ditimbulkan.