Warga Jember Diserang Babi Hutan di Lereng Argopuro, Luka Parah di Paha
Siyani (35), warga Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, menderita luka serius setelah diserang babi hutan (celeng) di dekat sumber air lereng Gunung Argopuro, Rabu, 23 April 2025. Korban kini dirawat intensif di RS Citra Husada Jember akibat lima luka gigitan di pahanya.
Kronologi Serangan Babi Hutan di Sukorambi
Menurut Kapolsek Sukorambi AKP Sudarsono, kejadian bermula ketika Siyani berniat mandi di sumber air yang hanya berjarak beberapa meter dari hutan Argopuro. Saat bersiap‑siap, seekor celeng berukuran besar tiba‑tiba menerjang dan langsung menggigit paha korban.
Lokasi: Sumber air Dusun Gendir, dekat hutan lereng Argopuro
Waktu: Rabu, 23 April 2025, pagi hari
Korban: Siyani, 35 tahun, penduduk setempat
Meski sempat melawan, Siyani tidak mampu menghindar dari serangan hewan liar tersebut dan mengalami lima luka gigitan.
Pertolongan Warga & Penangkapan Celeng
Teriakan korban terdengar oleh suami dan warga sekitar. Warga bergegas ke lokasi, mengepung celeng, lalu memukulnya dengan bambu dan parang hingga hewan liar itu mati. Setelah evakuasi, korban dibawa ke Puskesmas Sukorambi dan segera dirujuk ke RS Citra Husada karena luka cukup parah.
Dugaan Penyebab Babi Hutan Masuk Permukiman
AKP Sudarsono menegaskan, ini merupakan kasus serangan babi hutan pertama di wilayah hukum Polsek Sukorambi. Polisi menduga celeng lapar dan turun gunung akibat kerusakan habitat di kawasan hutan Argopuro, sehingga mencari makanan lebih dekat ke permukiman warga.
“Diduga babi itu kelaparan karena habitatnya rusak. Saat mencari makan, hewan merasa terganggu kehadiran korban,” jelasnya, Kamis, 24 April 2025.
Imbauan Keamanan bagi Warga Lereng Argopuro
Hindari beraktivitas sendirian di dekat hutan, terutama saat pagi atau senja.
Gunakan penerangan cukup dan buat suara (mis. ketukan bambu) saat melintas jalur hutan.
Segera lapor kepala desa atau pihak kepolisian bila melihat satwa liar mendekati permukiman.
Dukung upaya rehabilitasi habitat hutan Argopuro untuk mencegah satwa keluar mencari makan.