Viral Tarian Hari Raya (THR): Penguin Dance hingga Letkajenkka dari Finlandia
Baru-baru ini, media sosial diramaikan dengan konten Tarian Hari Raya (THR) yang menampilkan gerakan unik mirip penguin dance. Langkah maju mundur dalam tarian ini bahkan dikaitkan dengan salah satu tarian tradisional bangsa Yahudi, memicu perdebatan di kalangan netizen.
Asal Usul Tarian THR yang Viral
Tren tarian THR menjadi topik hangat di media sosial, dengan berbagai influencer, content creator, aktivis, dan selebritas turut membahas asal-usulnya. Berdasarkan informasi yang beredar, tarian ini disebut sebagai Letkajenkka, tarian rakyat asal Finlandia yang berkembang dari jenkka, sejenis tarian polka khas Eropa Utara. Tarian ini mulai populer pada tahun 1960-an.
Fenomena global Letkajenkka dimulai ketika Rauno Lehtinen, musisi asal Finlandia, menciptakan lagu Letkiss yang menjadi pengiring tarian ini. Gerakannya sederhana namun penuh energi, dilakukan dalam barisan dengan langkah maju mundur yang berirama. Kata jenkka merujuk pada pekerja hutan atau penebang kayu di Finlandia, sementara letka berarti barisan, menggambarkan pola gerakan penari dalam festival budaya.
Tren Joget THR di Media Sosial
Tradisi bagi-bagi tunjangan hari raya (THR) kepada keluarga saat Idul Fitri kini semakin kreatif berkat media sosial. Tahun ini, tren membagikan THR sambil berjoget menjadi viral, dengan video joget THR sering muncul di halaman FYP (*For You Page*). Namun, tren ini menuai kontroversi karena gerakannya disebut mirip dengan tarian Yahudi.
Video yang memperlihatkan orang berpakaian mirip Yahudi melakukan tarian serupa langsung viral, memicu diskusi di kalangan warganet. Pendakwah Ustadz Abu Bakar Al Akhdhory mengingatkan agar umat Muslim tidak langsung mengikuti tren yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. "Joget-joget untuk THR ternyata tarian yang biasa dilakukan Yahoodi! (Kalaupun bukan khas mereka, namun musik dan joget-jogetnya tetap mungkar)," tulisnya di Instagram @abubakar_alakhdhory.