Vinfast VF3 Berevolusi Menjadi Black Bison di Tangan AutoConcept
Evan Sumanto kesengsem dengan mobil listrik. “Murah biaya listriknya dan pajak juga murah,” bukanya.
Pria berusia 42 tahun ini memilih mobil listrik yang paling imut saat ini, Vinfast VF3. Mobil buatan Vietnam ini memang berdimensi mungil.
Panjangnya hanya 3.190 cm, lebarnya hanya 1.679 cm, dan tingginya hanya 1.622 cm. Tetapi jangan salah, meski begitu, penulis yang bertinggi 184 cm ini nyaman duduk di dalam kabin Vinfast VF3.
Mobil ini mungil karena memang tidak ada bagasi belakang. Jadi hanya ada jok di baris kedua. Dan mobil ini hanya dua pintu.
“Begitu launching, saya langsung kesengsem banget. Imajinasi saya langsung ke mana-mana. Maklum saya kan sudah terjun di dunia modifikasi mobil lebih dari 20 tahun,” tutur juragan rumah modifikasi AutoConcept dari Surabaya ini.
Pebengkel yang berada di kawasan Taman Darmo Indah Timur Surabaya ini membuat konsep modif yang gagah. “Mobil imut harus diberi kesan gagah agar tidak dipandang sebelah mata,” tekadnya.
Pertama jelas penggunaan kaki-kaki. Velg Volk Rays TE37 bronze 18 inchi x 7,5 inch dengan offset ET40 dipasang bersama ban Michelin ukuran 225/50-R18.
“Meski mobil ini mungil tetapi akselerasi dan top speed-nya sangat laju, loh! Berkat motor berdaya maksimal 32 kW dengan torsi maksimal 110 Nm. Saya pasangi big brake kit (BBK) merek Nashion 355 mm 4 pot agar pengereman pakem,” tuturnya.
Nah soal suspensi, Evan tidak banyak mengubahnya. Dia hanya memasang spring buffer comfort plus. “Shock breaker dan per cukup nyaman. Dan tidak saya ceperkan karena saya memilih menggunakan ban velg besar agar gagah,” jelas ayah satu putri ini.
Sebagai pebengkel yang fokus di bodi kit, tentunya sekujur tubuh mobil warna jet black dari Auto Glow ini tidak lagi standar. Semua bemper depan belakang dan side skirt samping tidak lagi orisinil.
“Konsepnya ini mobil harus terlihat garang. Jadi semua bodi kit custom by AutoConcept. Murni ide saya pribadi. Menggunakan bahan fiberglass yang memang mudah dibentuk,” jelas Evan yang menjuluki mobilnya dengan Black Bison.
Sektor lampu-lampu juga tidak dibiarkan standar. Evan memasang foglamp LED Running sein. Stoplamp menggunakan milik New Jimny. “Juga dipasang lampu projector square VIII by Aozoom,” bilang Evan yang juga memasang roof box di atap ini.
Memasuki sektor interior. Evan tidak terlalu merombaknya karena menurutnya interior Vinfast VF3 ini sudah cukup nyaman.
“Sedikit permak di bagian pilar A, pilar B, plafon dibuat full hitam,” bilang Evan yang memasang peredam kabin merek STP dan Cello ini.
Meski begitu, Evan memanjakan telinganya saat di dalam mobil. Head unit standar masih digunakan, tetapi dipadukan dengan power prosesor Awave dengan kapasitor bank Brax dan kabel set dan RCA dari Nanotec.
Untuk Speaker, Evan memasang merek Awave juga full range-nya dari merek yang sama.
Evan mengaku bahwa modifikasi mobil Black Bison ini belum berhenti. Tetapi hingga hari ini, sudah banyak piala dari even kontes modifikasi yang bisa dibawa pulang mobil keren ini.
Salah satunya adalah dari even Black Auto Modify yang digelar tanggal 13 September 2025 di Grand City Surabaya berhasil menyabet empat buah piala yakni Best EV Interior, Best EV Undercarriage, Best EV, dan Best EV Exterior.
“Jangan lekas puas. Itu motto saya. Jadi Black Bison akan kan terus berevolusi menjadi mobil listrik paling keren se-Surabaya bahkan se-Indonesia,” tutup pemilik akun Instagram @evan_autoconcept.
Advertisement