Uskup Agung Kardinal Suharyo Tamu Istimewa Menag Nasaruddin Umar Saat Lebaran
Hari kedua perayaan Idul Fitri 1446 H / 2025, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menerima kunjungan istimewa dari rombongan Keuskupan Agung Gereja Katedral Jakarta. Kunjungan ini berlangsung di rumah dinas Menteri Agama di Jakarta pada Selasa malam, 1 April 2025.
Dalam pertemuan tersebut, tampak keakraban antara Menag dan Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo. Bahkan, dalam foto yang diterima Ngopibareng.id, Nasaruddin Umar dan Ignatius Suharyo terlihat berpelukan erat, mencerminkan persahabatan dan toleransi antarumat beragama.
“Perjumpaan dua sahabat dalam suasana kemenangan, sebuah momen yang amat menginspirasi semua,” kata Humas Keuskupan Agung Jakarta dan Gereja Katedral, Susyana Suwadie, dalam keterangannya pada Rabu, 2 April 2025.
Silaturahmi Penuh Makna di Hari Raya Idul Fitri
Susyana menegaskan bahwa Menag dan Uskup Agung Jakarta adalah sahabat baik yang kerap berdiskusi tentang kerukunan antarumat beragama serta isu-isu kebangsaan. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri.
“Menjumpai sahabat dalam silaturahmi di Hari Idul Fitri untuk mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri, saling memohon maaf lahir dan batin di kediaman dinas Menteri Agama Republik Indonesia,” ungkapnya.
Sayangnya, waktu pertemuan ini cukup terbatas karena banyak tamu yang ingin bersilaturahmi dengan Menag yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal. Meski begitu, kedua tokoh agama ini tetap menyempatkan diri untuk berbincang singkat dan saling mendoakan.
“Tadi tidak terlalu bisa ngobrol panjang karena banyak yang datang. Jadi tadi sejenak bercakap menyapa, memberi ucapan, dan mendoakan,” jelas Susyana.
Toleransi dan Moderasi Beragama
Meskipun Menteri Agama dan Uskup Agung Jakarta berbeda agama, keduanya memiliki hubungan yang erat dan sering berdiskusi mengenai toleransi, moderasi beragama, serta isu-isu kebangsaan. Susyana menilai bahwa Nasaruddin Umar memiliki pandangan yang sangat moderat dan wawasan kebangsaan yang luas.
“Pak Nasaruddin pandangannya sangat moderat, serta wawasan kebangsaannya cukup luas,” puji Susyana.
Kunjungan ini menjadi simbol harmoni dan persahabatan antarumat beragama di Indonesia, serta menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati dan membangun bangsa bersama.