Tiga Nelayan di Situbondo Hendak Melaut Tersambar Petir, Seorang Meninggal Dunia
Seorang nelayan di Situbondo meninggal dunia setelah tersambar petir saat hendak melaut di Perairan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur. Korban diketahui bernama M. Luthfi Ansori, 23 tahun, warga Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan, Situbondo.
Peristiwa nahas itu terjadi Sabtu, 7 Februari 2026, malam sekitar pukul 19.00 WIB. Berawal korban dengan sembilan nelayan lainnya hendak menggunakan Kapal Motor (KM) Mutiara. Namun, mesin kapal mendadak tidak dapat dihidupkan.
Korban dengan dua nelayan bernama Santoso, 36 tahun, dan Wahed, 32 tahun, lantas memperbaiki mesin kapal motor. Saat melakukan perbaikan, mendadak hujan disertai angin kencang mengguyur Perairan Panarukan.
"Saat hujan angin itu, menurut nelayan lainnya petir menyambar Kapal Motor Mutiara. Tiga nelayan sedang memperbaiki mesin kapal motor itu tersambar petir," kata Kapolsek Panarukan, AKP Harsono.
Akibat tersambar petir, nelayan bernama Luthfi Ansori jatuh terkapar di dekat mesin kapal motor. Sedangkan, dua nelayan rekan korban, Santoso dan Wahed terlempar terjatuh ke pasir Pantai Peleyan Panarukan.
"Nelayan Luthfi Ansori meninggal dunia di lokasi kejadian dengan sebagian tubuh menghitam seperti luka bakar. Dua nelayan rekan korban, Santoso dan Wahed selamat dengan luka gosong sebagian tubuh serta dua tangannya," tambah perwira pertama tiga balok kuning di pundak itu
Tiga nelayan tersambar petir tersebut kemudian dievakuasi ke Puskesmas Panarukan. Nelayan yang meninggal dunia kemudian diserahkan pada keluarganya untuk dimakamkan.
"Sementara dua nelayan yang selamat dan mengalami luka bakar akibat tersambar petir mendapat perawatan medis dan selanjutnya menjalani rawat jalan di Puskesmas Panarukan," tandas Iptu Harsono.