Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Naskah Asli Soekarno-Hatta
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia menjadi bagian penting dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi setiap 17 Agustus. Naskah tersebut dibacakan dalam upacara di instansi pemerintah, sekolah, hingga lingkungan masyarakat untuk mengenang momen bersejarah ketika Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
Bagi panitia dan petugas upacara, memahami teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia secara tepat penting agar prosesi berlangsung khidmat dan sesuai tata upacara yang berlaku.
Terdapat dua bentuk naskah yang kerap menjadi rujukan, yakni naskah klad atau konsep tulisan tangan Soekarno dan naskah autentik hasil ketikan Sayuti Melik yang kemudian ditandatangani Soekarno dan Mohammad Hatta.
Panitia upacara dapat menyiapkan naskah Proklamasi dalam format PDF untuk dicetak dan digunakan oleh petugas pembaca.
Dokumen yang dapat disiapkan antara lain:
PDF Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia autentik
PDF Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dengan ejaan modern
Penyediaan dua versi tersebut dapat membantu kebutuhan teknis upacara sekaligus menjadi bahan pembelajaran sejarah bagi pelajar dan masyarakat.
Teks Proklamasi Klad Tulisan Tangan Soekarno
Naskah Proklamasi diawali dari konsep yang ditulis tangan oleh Ir. Soekarno setelah perumusan bersama Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo.
Naskah klad tersebut menjadi konsep awal sebelum teks Proklamasi disepakati dan diketik ulang. Berikut isi naskah klad:
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnya.
Djakarta, 17 – 8 – ’05
Wakil2 bangsa Indonesia.
Teks Proklamasi Autentik Ketikan Sayuti Melik
Setelah konsep tulisan tangan selesai, naskah tersebut diketik ulang oleh Sayuti Melik. Dalam proses pengetikan terdapat sejumlah perubahan ejaan dan redaksi.
Naskah ketikan inilah yang kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Berikut teks Proklamasi autentik:
P R O K L A M A S I
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnya.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen ’05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.
Penulisan tahun ’05 pada naskah autentik merujuk pada tahun 2605 menurut kalender Jepang yang digunakan pada masa pendudukan Jepang di Indonesia.
Teks Proklamasi dengan Ejaan Modern
Untuk kebutuhan pembelajaran dan memudahkan masyarakat memahami isi naskah, teks Proklamasi juga sering ditulis dengan ejaan bahasa Indonesia modern.
Berikut versi ejaan modern:
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, 17 Agustus 1945
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno/Hatta
Versi ejaan modern tersebut mempertahankan makna utama naskah Proklamasi, tetapi menyesuaikan penulisan dengan kaidah bahasa Indonesia yang digunakan saat ini.
Urutan Pembacaan Teks Proklamasi dalam Upacara 17 Agustus
Pembacaan teks Proklamasi menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam tata upacara, pembacaan Proklamasi ditempatkan setelah pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Setelah pembacaan naskah Proklamasi, rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan agenda berikutnya sesuai susunan acara yang telah ditetapkan panitia.
Pada upacara tingkat nasional, pembacaan naskah Proklamasi dilakukan dalam rangkaian peringatan detik-detik Proklamasi di hadapan Presiden Republik Indonesia dan para tamu undangan.