Tekan Kecelakaan, KAI Daop 9 Jember Dukung Pembangunan Underpass atau Flyover di JPL 139 Mangli
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember mendorong adanya solusi jangka panjang berupa pembangunan underpass atau flyover di perlintasan sebidang Jalan Perlintasan Langsung (JPL) 139, Simpang Empat Mangli, Kecamatan Kaliwates. Langkah ini dinilai penting untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut.
Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan di wilayah kerja Daop 9 Jember terdapat 311 perlintasan sebidang mulai Pasuruan hingga Ketapang, Banyuwangi. Dari jumlah itu, sekitar 122 titik belum dijaga petugas. Dari total 122 titik yang belum dijaga, sebanyak 52 di antaranya berada di Kabupaten Jember.
Banyaknya perlintasan tanpa penjaga berbanding lurus dengan tingkat kerawanan kecelakaan. Tercatat sepanjang tahun 2025 saja, terjadi 15 kecelakaan di perlintasan sebidang di wilayah PT KAI Daop 9 Jember.
Rinciannya, Jember dan Banyuwangi masing-masing empat kasus, sedangkan Probolinggo paling banyak dengan lima kasus.
“Mayoritas kecelakaan, tambah Cahyo, dipicu perilaku pengendara yang tidak disiplin. Banyak pengguna jalan yang terburu-buru, tidak berhenti sejenak, dan enggan menengok kanan-kiri sebelum melintas,” katanya, Jumat, 26 September 2025.
Karena itu, PT KAI Daop 9 Jember bersama pihak terkait gencar memberikan edukasi kepada pengguna jalan. Meski begitu kegiatan sosialisasi semata tidak cukup.
Diperlukan komitmen bersama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan KAI untuk menekan angka kecelakaan.
Sesuai aturan, kewenangan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang berada di pemerintah, sesuai dengan kelas jalan masing-masing.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan membangun perlintasan tidak sebidang. Hal itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Perkeretaapian bahwa perlintasan tidak dibuat sebidang, kecuali kondisi darurat.
Upaya pembangunan perlintasan tidak sebidang cukup mendesak dilakukan di JPL 139. JPL tersebut termasuk salah satu perlintasan yang ramai dilalui kendaraan karena lokasinya berdekatan dengan lampu merah perempatan.
Kondisi ini kerap membuat pengendara nekat menerobos tanpa memperhatikan situasi sekitar.
“Crowded di lintasan dan perempatan ini cukup tinggi. Maka opsi pembangunan underpass atau flyover bisa jadi solusi agar risiko kecelakaan berkurang,” pungkasnya.