Wapres Gibran Tinjau Tanam Padi dan Serahkan Bantuan Pertanian di Ngawi
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Desa Gempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dalam rangka meninjau proses tanam padi sebagai bagian dari program penguatan ketahanan pangan nasional yang menjadi visi Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran didampingi oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, serta disambut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, dan Bupati Ngawi Oni Anwar Harsono.
Gunakan Rice Transplanter, Wapres Gibran Tanam Padi di Ngawi
Wapres Gibran secara simbolis menanam padi menggunakan alat Rice Transplanter, lalu berdialog dengan kelompok tani serta menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk 1 unit combine harvester dan 13 unit traktor roda dua.
“Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini mencapai 3,9 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Ini hasil kerja keras semua pihak, termasuk TNI dan Polri dalam memberantas mafia pupuk,” ujar Gibran saat dialog dengan petani.
Wapres juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan masalah klasik petani seperti kelangkaan pupuk, pengairan, dan ketersediaan benih. Ia mengajak petani untuk tak ragu menyampaikan aspirasi ke pemerintah daerah maupun pusat.
Petani Ngawi Unggulkan Varietas Inpari 32
Dalam dialog, Bupati Ngawi menyampaikan bahwa varietas padi Inpari 32 menjadi favorit petani setempat karena tahan hama, batangnya kokoh, dan cocok ditanam saat musim kemarau (MK).
“Inpari 32 sangat diminati karena hasilnya maksimal, pendek, batangnya besar, dan tidak mudah rebah,” jelas Oni Anwar.
Tambahan Bantuan Alat Pertanian Disetujui Wapres
Menanggapi permintaan tambahan alat mesin pertanian, Wapres Gibran menyetujui penambahan 2 unit combine harvester dan 2 unit rotavator yang akan dikirim pada Minggu mendatang.
Mentan Andi Amran menekankan bahwa alat tersebut adalah milik Gapoktan dan harus dimanfaatkan bersama.
“Jangan sewanya mahal, cukup terjangkau supaya bisa dipakai dan ada biaya untuk perawatan,” tegasnya.
Produktivitas Tinggi dan Komitmen Pertanian Ramah Lingkungan
Perwakilan petani Kecamatan Geneng menyampaikan keberhasilan wilayahnya dalam mencapai indeks pertanaman (IP) hingga 7 kali dalam dua tahun. Mereka juga memanfaatkan mikroorganisme lokal (MAL) dan menerapkan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) guna meningkatkan efisiensi dan daya tahan terhadap hama.
Penanaman dilakukan di atas hamparan lahan seluas 289 hektare, bagian dari total 3.650 hektare sawah di Kecamatan Geneng. Target tanam untuk Mei 2025 mencapai 2.072 hektare, dengan produktivitas diperkirakan 8–8,5 ton GKP per hektare.
Dukungan Berkelanjutan dari Kementerian Pertanian
Kementerian Pertanian terus memperkuat dukungan melalui penyaluran benih padi untuk 16.115 hektare, penguatan irigasi, dan bantuan alat mesin pertanian secara nasional.
Usai dari sawah, Wapres Gibran melanjutkan kunjungan ke penggilingan padi PT Daya Tani Sembada untuk mengecek proses penggilingan dan stok beras.