Tanah Bergerak di Pamekasan Meluas, Dua Dusun Terdampak
Bencana tanah bergerak melanda Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Akibat peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026 tersebut, dua dusun terdampak, yakni Dusun Paseset Timur dan Dusun Barat Gunung, memaksa puluhan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana tanah bergerak dan longsor di Desa Sana Daja. Para korban menerima bantuan makanan dan kebutuhan pokok dari Pemerintah Desa setempat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur pada Senin, 19 Januari 2026.
Puluhan warga terisolasi setelah akses jalan tertutup material longsor, sehingga warga tidak dapat keluar dari Dusun Laok Gunung. Selain itu, 13 KK di Dusun Paseset Timur terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan berat akibat pergerakan tanah.
Kepala Desa Sana Daja, Uswatun Hasanah, mengatakan bahwa bantuan berupa sembako telah disalurkan kepada seluruh warga terdampak di tiga dusun, yakni Laok Gunung, Paseset Timur, dan Barat Gunung.βSudah disiapkan bantuan sembako,β ujarnya.
Retakan tanah terus melebar dan meluas, sehingga sejak Senin, 19 Januari 2026, sebanyak 47 warga dievakuasi ke tenda pengungsian di tanah lapang yang disediakan oleh BPBD Pamekasan.
Berdasarkan laporan terbaru, bencana ini menyebabkan 10 rumah, 3 musala, dan 12 dapur mengalami rusak berat, sementara 1 rumah dan 1 musala lainnya terancam terdampak.
Berbagai bantuan terus mengalir dari pemerintah desa, pemerintah kabupaten, hingga pihak pengusaha. Bantuan tersebut meliputi paket bahan pokok, uang tunai, perlengkapan mandi, serta alas tidur. Fenomena tanah bergerak di wilayah tersebut kerap terjadi saat musim hujan, sehingga diperlukan perhatian serius dari pemerintah untuk relokasi permanen warga terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan pihaknya tidak hanya menyalurkan bantuan dan mengevakuasi warga, tetapi juga melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi wilayah terdampak.
βKami melakukan kajian secara komprehensif terkait kondisi dan tekstur tanah, sehingga ke depan dapat dilakukan penanganan yang tepat,β ujarnya pada media.
BPBD Pamekasan juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menentukan langkah lanjutan dalam penanganan bencana tanah bergerak di wilayah tersebut.
Advertisement