Stasiun Banyuwangi Kota Segera Dilengkapi Face Recognition Untuk Proses Boarding
KAI segera menerapkan alat pengenalan wajah atau face recognition untuk proses boarding di Stasiun Banyuwangi Kota. Dengan teknologi ini, proses boarding di Stasiun akan lebih cepat dan efektif.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan, saat ini peningkatan fasilitas di Stasiun Banyuwangi Kota sudah mencapai 90 persen. Tinggal finalisasi pada bagian-bagian tertentu dan di jalur 2.Β
"Jadi tinggal finishing detail saja, termasuk penguatan teknis di jalur 2 saja. Selainnya udah tinggal finishing saja," jelasnya, Sabtu, 11 Juli 2026.
Dia memastikan, peningkatan fasilitas di Stasiun Banyuwangi Kota segera tuntas. Selain peningkatan fasilitas, juga akan dilakukan perapian tenan-tenan. Sehingga Stasiun yang sebelumnya bernama Stasiuan Karangasem ini siap melayani penumpang sebelum angkutan Natal dan Tahun Baru.
Selain itu, di Stasiun Banyuwangi Kota juga akan dilengkapi dengan face recognition. Dia menyebut, peralatan pendukung untuk alat deteksi wajah ini sudah disiapkan.Β
"Tinggal ditunggu saja, sudah kami siapkan untuk FR (face recognition)-nya," tegasnya.
Face recognition ini, menurut Cahyo, memiliki berbagai macam keunggulan. Yang pasti alat ini akan memudahkan proses boarding para penumpang. Proses boarding, kata dia, akan lebih cepat karena tidak perlu lagi menunjukkan kartu identitas.Β
"Mudah, lebih nyaman untuk penumpang mengakses stasiun. Tinggal scan wajah, langsung masuk," katanya.
Penumpang juga tidak perlu menggunakan gawai untuk melakukan boarding. Tidak hanya itu, face recognition ini juga ramah lingkungan karena tidak perlu menggunakan kertas untuk mencetak tiket. Face recognition ini sudah diterapkan di Stasiun Jember.Β
"Jadi cukup daftar, registrasi awal menggunakan KTP, lalu foto, itu nanti masuk boarding tanpa menunjukkan identitas, karena datanya sudah terekam di sistem," terangnya.
Untuk proses registrasi, para pelanggan kereta api bisa melakukan perekaman melalui aplikasi acces By KAI.
"Jadi satu aplikasi itu bisa multifungsi," ujarnya.
Advertisement