Spesialis Pencuri Warung di Kawasan Kampus di Jember dibekuk
Polisi akhirnya berhasil membekuk DB, warga Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember pelaku pencurian spesialis warung UMKM di kawasan kampus. Pelaku yang selama ini meresahkan para pedagang kecil dan pelaku UMKM itu telah melakukan aksinya di enak TKP dalam satu bulan.
Kapolsek Sumbersari, Kompol Suhartanto, mengungkapkan penangkapan dilakukan setelah adanya laporan dari korban yang kehilangan barang dagangan di kawasan Jalan Halmahera. Dari situ polisi langsung melakukan penyelidikan dan profiling pelaku berdasarkan rekaman CCTV.
Berdasarkan hasil penyelidikan, tak sampai 1 kali 24 jam, polisi berhasil menangkap pelaku di rumahnya. Dari keterangan awal, pelaku mengakui telah beraksi lebih dari lima kali di sejumlah titik sekitar wilayah kampus Jember. “Sementara ini yang sudah termonitor lebih dari lima TKP. Semuanya toko, kios, dan lapak makanan milik pelaku UMKM di Jalan Mastrip, Jalan Jawa, dan Jalan Halmahera,” ujarnya, Jumat, 24 Oktober 2025.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku selalu bergerak sendirian menggunakan sepeda motor yang bagian jok belakangnya telah dimodifikasi menjadi tempat membawa hasil curian. Setelah menemukan target, tersangka langsung membobol kunci lapak.
“Modusnya mencungkel daun pintu pada dini hari sekitar pukul satu. Barang-barang yang diambil kebanyakan tabung gas melon, kompor gas, hingga alat pembayaran dan ponsel,” tambahnya.
Polisi juga menduga pelaku merupakan residivis, sebab barang bukti berupa tabung gas sebanyak 26 tabung dan 20 lainnya sudah dijual. Namun hal itu masih dalam proses pemeriksaan.
“Tabung gas, HP, dan peralatan lain ada yang dijual, ada juga yang dipakai. Tersangka mengaku juga berjualan. Kami masih melakukan pengembangan di lapangan,” ungkapnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
“Motifnya diduga karena faktor ekonomi, tapi melihat frekuensinya yang lebih dari lima kali, ini bisa disebut sudah menjadi pekerjaan. Apalagi sehari-harinya dia bekerja serabutan,” pungkasnya.