Sinopsis Film Perayaan Mati Rasa, Karya Umay Shahab Dibintangi Iqbaal Ramadhan
Rumah produksi Sinemaku Pictures merilis film baru berjudul Perayaan Mati Rasa. Karya ini sekaligus menjadi film ketiga yang disutradarai oleh aktor Umay Shahab, setelah menggarap Ketika Berhenti di Sini dan Kukira Kau Rumah.
Selain menjadi sutradara dan produser, Umay Shahab juga ikut terjun sebagai pemain di Perayaan Mati Rasa. Iqbaal Ramadhan turut memegang dua peran penting, yaitu memainkan tokoh utama dan menjadi produser eksekutif.
Film ini berangkat dari pengalaman pribadi Umay Shahab, yang merasa takut akan kehilangan orang tua.
Film Terinspirasi Lagu Umay Shahab
Secara garis besar, inti cerita Perayaan Mati Rasa sudah diceritakan dalam lagu berjudul sama yang dibawakan oleh Umay Shahab. Sebelumnya, Umay sudah merilis single duet dengan Natania, yang mendapat respon positif dari pecinta musik.
Bahkan lagu yang rilis di paruh akhir tahun 2023 itu telah didengar lebih dari 10 juta kali di platform Spotify. Dari lagu itulah kisah sedih tokoh utama yang harus melepaskan sosok penting yang dicintai dalam hidupnya dimulai.
Konser
Rumah produksi yang dibangun oleh Prilly Latuconsina dan Umay Shahab itu akan menggelar beberapa acara untuk merayakan perilisan film ini. Selain roadshow ke tujuh kota dan satu negara, Sinemaku Pictures siap menggelar Festival Musik Perayaan Mati Rasa. Acaranya sendiri berkaitan dengan Band Midnight Serenade yang dibentuk khusus untuk film ini.
Midnight Serenade tidak sekadar merupakan band yang ada dalam narasi, melainkan juga sebuah grup musik yang eksis di kehidupan nyata. Band ini berkontribusi dalam mengisi soundtrack film dengan lagu berjudul Laut.
Daftar Pemain
Iqbaal Ramadhan sebagai Ian Antono
Umay Shahab sebagai Uta Antono
Dwi Sasono sebagai Satya Antono
Unique Priscilla sebagai Dini Antono
Devano Narendra sebagai Ray
Dul Jaelani sebagai Saka
Randy Danistha sebagai Dika
Pricilla Jamail sebagai Dinda
Sinopsis Film
Film ini mengangkat tema tentang kehilangan dan proses merelakan orang yang kita cintai, mengikuti perjalanan dua saudara, Ian Antono dan Uta, yang memiliki nasib yang sangat berbeda.
Ian Antono merupakan seorang musisi yang sedang berusaha keras bersama band indie-nya, Midnight Serenade. Di sisi lain, Uta adalah seorang podcaster yang telah meraih ketenaran dan pengakuan luas dari masyarakat.
Cerita mereka dipenuhi dengan konflik batin, tekanan dari keluarga, serta perjalanan yang penuh liku-liku dalam menghadapi kesedihan. Kondisi ini semakin diperburuk ketika mereka harus menghadapi kehilangan yang sangat berarti dalam hidup mereka.
Film ini menunjukkan bahwa kehilangan dapat menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan diri dan memperbaiki hubungan dengan keluarga. Pesan yang disampaikan dalam film ini sangat relevan bagi banyak orang yang pernah merasakan kesedihan.
Untuk memastikan film ini relevan bagi semua kalangan, Prilly Latuconsina sebagai produser film melibatkan komunitas orangtua dalam Focus Group Discussion (FGD). Langkah tersebut bertujuan menghadirkan sudut pandang yang sesuai dengan kehidupan anak-anak dan orangtua.