Senja di AWT Jadi Panggung Besar Pertunjukan Seni Tradisional Lebih Berkelas
Senja di AWT (Agro Wisata Tamansuruh) kini menjadi panggung besar pertunjukan seni tradisional di Banyuwangi. Program ini sukses menyajikan seni tradisional dengan konsep yang lebih apik dan berkelas. Setelah sebelumnya sukses menampilkan kesenian jaranan, Senja di AWT menampilkan pagelaran seni Barong Minggu, 5 Juli 2026 kemarin.
Sama seperti jaranan, selama ini Barong kerap diidentikkan dengan keramaian jalanan dan banyak mendapatkan stigma kurang baik di mata masyarakat karena penontonnya yang dianggap kurang tertib. Dengan tampil pada Senja di AWT, kesenian tradisonal itu kini naik kelas. Lewat kurasi yang matang, kesenian rakyat ini menjadi pertunjukan yang tertata, dan enak ditonton sehingan menghipnotis ribuan pasang mata.
Seni pertunjukan yang biasanya digelar di pekarangan kampung atau lapangan terbuka, kini dipoles secara profesional. Hasilnya, sebuah atraksi wisata yang representatif dan ramah untuk dinikmati oleh semua segmen pasar, termasuk wisatawan luar daerah dan generasi zilenial.
Keindahan perbukitan berlatar matahari terbenam di kawasan AWT berpadu sempurna dengan tata lampu panggung yang dramatis. Iringan pawai budaya, lantunan gamelan, serta atraksi obor yang memukau, membuat seni Barong tampil penuh karisma dan elegan tanpa menanggalkan nilai-nilai sakralnya.
Suasana semakin meriah saat kelompok Barong Cempaka Putih melenggang ke area utama. Gemuruh tepukan penonton langsung menggema. Ribuan pasang mata tampak terkesima mengikuti dinamika gerak penari dan tabuhan musik pengiring, yang menyatu dengan kemegahan panggung terbuka di bawah langit senja Tamansuruh.
Langkah Pemkab Banyuwangi dalam memilih AWT sebagai panggung pertunjukan dinilai sangat strategis. Destinasi ini sedang diproyeksikan sebagai kawasan wisata integratif. Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati liburan lengkap dengan atraksi. Mulai dari keindahan alam, aktivitas berkuda, wahana ATV, wisata kuliner, hingga suguhan pagelaran seni. Kolaborasi pesona alam dan kultur lokal inilah yang membuat AWT memiliki magnet kuat yang membedakannya dari destinasi wisata lain.
Salah satu pengunjung, Purnomo Aji, mengatakan, konsep baru penyajikan seni tradisional ini sangat baik. Menurutnya, konsep ini memberikan impresi berbeda dari pertunjukan Barong yang pernah ia tonton sebelumnya. Biasanya Barong ditampilkan dalam acara hajatan yang bertempat di jalanan atau lapangan kampung.
“Namun sore ini atmosfernya luar biasa berbeda. Dengan latar perbukitan, permainan lampu yang estetis, suasana yang kondusif, serta kesempatan berinteraksi langsung dengan seniman, rasanya sangat eksklusif. Konsep seperti ini pasti bikin wisatawan makin tertarik ke Banyuwangi untuk menikmati dualitas alam dan budayanya," ujarnya.