Sempat Kritis, Perawat RS Bina Sehat Jember, Korban Kecelakaan Probolinggo Membaik
Kondisi Betty, seorang perawat ruang jantung yang sempat dirawat intensif di RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo, dilaporkan sedikit membaik. Atas kesepakatan dengan pihak keluarga, Betty dijemput untuk dirawat di Rumah Sakit Bina Sehat Jember.
Direktur RS Bina Sehat, dr. Faida, menyampaikan, sebanyak 24 korban luka ringan kini menjalani rawat jalan. Mereka terdiri dari 12 karyawan RS Bina Sehat dan 12 anggota keluarga.
Sementara itu, 21 korban luka berat masih dirawat menjalani perawatan. Mereka terdiri dari 14 karyawan RS Bina Sehat dan 7 keluarganya. Dari total 21 korban luka berat, sebanyak 9 orang harus menjalani tindakan operasi.
“Ada sembilan yang terdiri dari tujuh karyawan RS Bina Sehat Jember dan dua anggota keluarga. Mereka telah menjalani proses operasi,” katanya, Senin, 15 September 2025.
Dari sembilan korban yang menjalani operasi, sebanyak delapan menjalani operasi patah tulang. Sedangkan satu pasien menjalani operasi bedah saraf akibat cedera berat di kepala.
dr. Faida juga mengonfirmasi jumlah anak-anak yang menjadi korban dalam tragedi tersebut sebanyak 12 orang. Tercatat tiga korban anak meninggal, lima rawat inap, dan empat anak rawat jalan.
Kondisi korban saat ini menunjukkan perkembangan. Bahkan, ada satu korban bernama Betty yang sempat kritis di RS dr M Saleh Probolinggo dikabarkan membaik. Pihak keluarga bersama tim medis telah bersepakat untuk menjemput Betty dan membawanya ke RS Bina Sehat.
“Kesadaran Betty sedikit meningkat. Kami bersama keluarga sudah bersepakat untuk menjemput dan merawatnya di RS Bina Sehat,” tambahnya.
Faida memastikan penjemputan dilakukan dengan dukungan ambulans RS Al Huda Banyuwangi bersama satu dokter dan dua perawat ICU, serta membawa ventilator mobile untuk mengganti mesin ventilator yang saat ini terpasang di ICU RS M. Saleh.
Selain itu, penjemputan dilakukan dengan standar pelayanan darurat transportasi medis (ACLS). Tim yang ditugaskan terdiri dari dr. Faris, dan dua perawat bernama Sukamto, dan Ilham. Korban dijemput dengan kendaraan Hiace RS Al Huda yang dilengkapi berbagai peralatan medis.
“Peralatan yang dibawa antara lain patient monitor, defibrilator, ventilator portable, syringe pump, infuse pump, suction pump, emergency box berisi obat resusitasi dan intubasi darurat, serta intubation set. Kami juga berkoordinasi dengan dokter spesialis anestesi RS Bina Sehat yang standby bila diperlukan,” pungkasnya.