Selamatkan Penumpang Lompat dari Kapal, Kru KMP Dharma Ferry 1 Dapat Apresiasi
Sejumlah kru kapal penyeberangan Dharma Ferry 1 mendapatkan penghargaan atas aksi heroiknya menyelamatkan seorang penumpang yang melompat dari kapal.
Tidak hanya dari perusahaan, penyelamatan ini juga diapresiasi BPTD, Satpolairud hingga KSOP karena kru kapal penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ini dengan cepat dan sigap menyelamatkan penumpang tersebut.
Penghargaan diserahkan Manajer Cabang Banyuwangi PT. Dharma Lautan Utama (DLU), Mastiga Sofyan, kepada nahkoda kapal Dharma Ferry 1, Capt Pardi, Senin, 20 Januari 2025. Menurut Mastiga Sofyan, para kru kapal ini menunjukkan kapabilitas yang luar biasa pada tugas dan tanggung jawabnya.
"Kami dari perusahaan merasa sangat bangga atas dedikasi tinggi yang telah ditunjukkan. Penghargaan ini sebagai apresiasi dari perusahaan," katanya.
Mastiga, panggilan akrabnya, tindakan cepat dalam aksi penyelamatan yang dilakukan kru kapal Dharma Ferry 1 ini juga mendapatkan apresiasi dari stakeholder maritim. Seperti BPTD Ketapang, Satpolairud Polresta Banyuwangi dan juga KSOP Tanjungwangi.
Dia menjelaskan, penyelamatan itu dilakukan pada momen angkutan nataru lalu, tepatnya pada 28 Desember 2024. Saat itu kapal sedang berlayar dari Ketapang menuju Gilimanuk.
Saat kru kapal sedang melaksanakan ronda keliling kapal, tiba-tiba diketahui terdapat penumpang yang melompat ke laut. Seketika itu, dengan cepat kru kapal melakukan upaya penyelamatan terhadap penumpang yang melompat. Hanya dalam waktu 3 menit saja, penumpang tersebut berhasil dievakuasi kru kapal dengan selamat dan langsung dibawa kembali naik ke kapal.
"Proses penyelamatan dilakukan dengan cepat, bahkan lebih cepat dari standar waktu rata-rata dalam penyelamatan orang terjun ke laut, yakni 15-30 menit," tegasnya.
Dia menambahkan, seluruh kru kapal memang sudah dilatih dan terlatih untuk menghadapi kondisi darurat. Secara rutin perusahaannya selalu melaksanakan pembekalan dan pelatihan yang diberikan untuk seluruh SDM-nya dan kru kapal, khususnya dalam menghadapi masalah di laut. Termasuk jika ada penumpang yang melompat terjun ke laut dari kapal saat berlayar.
"Sehingga kru kapal kami langsung tanggap dan dapat segera mengambil langkah yang tepat saat terjadi kondisi darurat seperti ini,” ujarnya.