Selama 7 Bulan, Delapan Ribu Lebih Warga Jember Terbebas dari Kemiskinan
Sebanyak lebih dari delapan ribu warga Kabupaten Jember berhasil keluar dari garis kemiskinan dalam waktu tujuh bulan terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mencatat, jumlah penduduk miskin turun secara absolut dari 224.077 jiwa menjadi 216.076 jiwa. Angka tersebut menjadi penurunan terbanyak selama sepuluh tahun terakhir.
Selain itu, tingkat kemiskinan di Jember juga mengalami penurunan secara konsisten, dari 9,01 persen pada tahun 2024 menjadi 8,67 persen pada 2025, atau berkurang 0,34 persen.
Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Regar Jeane, menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja keras pemerintah daerah dan sinergi lintas sektor.
“Capaian ini cukup membanggakan. Dalam tujuh bulan terakhir, Gus Bupati dan jajaran berhasil menurunkan kemiskinan. Ini merupakan capaian terendah dalam 10 tahun terakhir,” ujar Regar, Jumat, 19 September 2025.
Regar mencatat inflasi Jember berada di angka 2,06 persen. Posisi ini relatif terkendali dan lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi Jawa Timur maupun nasional.
Bahkan, pada Agustus 2025, terjadi deflasi sebesar 0,04 persen dibandingkan Juli yang tercatat 0,34 persen.
Regar menjelaskan, penurunan angka kemiskinan dan terkendalinya inflasi didorong oleh sejumlah faktor. Mulai dari pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan investasi, hingga program padat karya dan pemberdayaan usaha mikro kecil.
“Kebangkitan sektor pertanian dan perkebunan, termasuk kopi, tembakau, dan kakao, juga memberi dampak signifikan. Pemulihan pasar tradisional dan kebijakan pembangunan di sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur pedesaan turut mendorong perbaikan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Regar menegaskan bahwa program beasiswa pendidikan serta layanan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) juga telah memberi kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
“Tantangan utama kita ke depan adalah menjaga keberlanjutan penurunan kemiskinan sambil mengurangi kesenjangan pendapatan. Fokus kita tetap pada peningkatan produktivitas pertanian dan memperluas akses bagi pelaku usaha kecil,” pungkasnya.