Saat Fitnah Berhamburan, Rasulullah: Mohonlah Perlindungan Allah Taala
Hidup adalah ujian dan cobaan. Demikianlah sunatullah yang wajib kita pahami bersama.
Ada yang dicoba dengan kekayaan, ada yang dicoba beraneka masalah dalam hidupnya.
Namun, semuanya merupakan wujud kecintaan Allah Ta'ala kepada hamba-hambaNya, agar hamba-hamba itu tidak lupa dan bertobat mengingatNya.
Namun di masa sekarang, banyak orang menyebarkan fitnah melalui media sosial dan aneka komunikasi terkini. Di sinilah, seolah terjadi bencana kepribadian.
Di sinilah, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (SAW) berwasiat agar umat Islam selalu waspada akan bahaya fitnah.
Bahayanya Fitnah
ุนู ุนุจุฏ ุงููู ุจู ุนุงู ุฑูุจู ุงูุนุงุณ ุฑุถู ุงููู ุนูู ูุงูุููุงุฏูู ู ููููุงุฏูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู: ุงููุตูููุงูุฉู ุฌูุงู ูุนูุฉู. ููุงุฌูุชูู ูุนูููุง ุฅูููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุ ููููุงูู: ุฅูููููู ููู ู ูููููู ููุจูููู ููุจูููู ุฅููุงูู ููุงูู ุญููููุง ุนููููููู ุฃููู ููุฏูููู ุฃูู ููุชููู ุนููููู ุฎูููุฑู ู ูุง ููุนูููู ููู ููููู ูุ ููููููุฐูุฑูููู ู ุดูุฑูู ู ูุง ููุนูููู ููู ููููู ูุ ููุฅูููู ุฃูู ููุชูููู ู ููุฐููู ุฌูุนููู ุนูุงููููุชูููุง ููู ุฃููููููููุงุ ููุณูููุตูููุจู ุขุฎูุฑูููุง ุจููุงูุกู ููุฃูู ููุฑู ุชูููููุฑููููููุงุ ููุชูุฌููุกู ููุชูููุฉูุ ููููุฑูููููู ุจูุนูุถูููุง ุจูุนูุถูุงุ ููุชูุฌููุกู ุงููููุชูููุฉู ููููููููู ุงููู ูุคูู ููู: ููุฐูููุ ููุฐูููโฆ ููู ููู ุฃูุญูุจูู ุฃููู ููุฒูุญูุฒูุญู ุนููู ุงููููุงุฑู ููููุฏูุฎููู ุงููุฌููููุฉู ููููุชูุฃูุชููู ู ููููููุชููู ูููููู ููุคูู ููู ุจูุงูููู ููุงููููููู ู ุงููุขุฎูุฑู.
Diriwayatkan dari โAbdullah bin โAmr bin al-โAsh Radhiyallahu anhuma, ia berkata:
โSeorang penyeru Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam berseru, โShalat berjamaโah!โ Lalu kami berkumpul bersama Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam, kemudian beliau berkata, โSesungguhnya tidak ada seorang Nabi pun sebelumku melainkan wajib baginya untuk menunjuki umatnya kepada kebaikan yang ia ketahui, dan memberikan peringatan kepada mereka dari kejelekan yang ia ketahui, dan sesungguhnya umat kalian ini, dijadikan keselamatannya di awalnya, dan (orang) yang ada di akhirnya akan tertimpa musibah juga berbagai perkara yang kalian ingkari, dan datanglah fitnah, sebagiannya menjadi lebih ringan (karena besarnya fitnah yang setelahnya), dan datanglah fitnah, lalu seorang mukmin berkata, โIni, iniโฆโ maka barangsiapa ingin diselamatkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka hendaklah kematian mendatanginya dalam keadaan dia beriman kepada Allah dan hari Akhir.โโ [HR. Muslim].
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:
1- Alfitanu adalah bentuk jamak dari kata fitnah (ููุชูููุฉู), maknanya adalah cobaan dan ujian. Kemudian banyak digunakan untuk makna ujian yang dibenci, lalu dimutlakkan untuk segala hal yang dibenci atau berakhir dengannya seperti dosa, kekufuran, pembunuhan, pembakaran, dan yang lainnya dari segala hal yang dibenci.
2- Hadits-hadits tentang fitnah banyak sekali. Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam telah memberikan peringatan kepada umatnya dari berbagai fitnah, memerintahkan mereka untuk berlindung darinya.
3- Beliau mengabarkan bahwa akhir dari umat ini akan ditimpa musibah juga fitnah yang sangat besar, tidak ada yang bisa melindungi darinya kecuali keimanan kepada Allah dan hari Akhir, tetap bersama jamaโah kaum muslimin, mereka adalah Ahlus Sunnah -walaupun mereka hanya sedikit.
4- Menjauhkan diri dari berbagai fitnah dan memohon perlindungan darinya. Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam pernah bersabda:
ุชูุนููููุฐููุง ุจูุงูููู ู ููู ุงููููุชููู ู ูุง ุธูููุฑู ู ูููููุง ููู ูุง ุจูุทููู.
โMohonlah perlindungan kepada Allah dari segala fitnah, yang nampak darinya dan yang tersembunyi.โ
Diriwayatkan oleh Muslim dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu.
Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Qur'an:
- Hidup adalah ujian dan cobaan, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
ุฃูุญูุณูุจู ุงููููุงุณู ุฃููู ููุชูุฑููููุง ุฃููู ููููููููุง ุขู ููููุง ููููู ู ููุง ููููุชูููููู
โApakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: โKami telah berimanโ, sedang mereka tidak diuji lagi?โ (QS. Al-Ankabuut: 2).
Demikian wallahu a'lam. Semoga bermanfaat. Amiin.
Advertisement