Rel di JPL 163 Jember diganti, Kereta Bisa Melintas dengan Kecepatan 120 Km/Jam
Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya memulai proses penggantian rel dan bantalan jalur perlintasan langsug (JPL) 163, dekat Stasiun Arjasa, pada Kamis, 21 Agustus 2025 pukul 22.00 WIB. Pengerjaan tahap awal tersebut harus sudah selesai pada Jumat, 22 Agustus 2025 pukul 05.00 WIB.
Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Alfaviega Septian Pravangasta mengatakan tipe rel yang terpasang di JPL 163 Stasiun Arjasa merupakan tipe rel 42.Tipe rel 42 merupakan rel peninggalan masa pemerintahan hindia belanda. Rel dengan berat 42 Kilogram per kepingnya itu hanya bisa dilalui kereta api dengan kecepatan 70 - 80 KM/Jam.
Sedangkan perkembangan saat ini, kecepatan kereta mulai berkembang. Bahkan saat ini telah diatur kereta api bisa menempuh jarak dengan kecepatan 120 Km/Jam. Karena itu, rel 42 yang terpasang sebelumnya diganti dengan rel tipe 54. Proses penggantian rel juga sekaligus untuk menghilangkan lengkungan yang bisa mengganggu keamanan perjalanan kereta api.
"Tipe rel sebelumnya masih aman untuk dilintasi kereta api besar, namun dengan kecepatan tertentu, antara 70 - 80 Km/Jam. Sedangkan rel 54 yang kami pasang baru mampu dilintasi kereta api dengan kecepatan maksimal 120 Km/Jam," katanya, Jumat, 22 Agustus 2025, dikonfirmasi di lokasi perbaikan rel dan bantalan kereta api.
Hingga saat ini, BTP Kelas I Surabaya telah melakukan penggantian rel dan bantalan sebanyak 10 titik antara Stasiun Jember sampai Stasiun Kalisat. Setiap melakukan proses penggantian, jalur lalu lintas dialihkan, namun titik sebelumnya memiliki banyak jalur alternatif.
Berbeda dengan perbaikan di JPL 163. JPL 163 dengan panjang 25 meter itu melintang di jalur utama yang menghubungkan Jember dengan Bondowoso. Karena itu, perbaikan di JPL 163 melibatkan banyak pekerja dan instansi samping.
Instansi samping dilibatkan untuk membantu mengatur lalu lintas. Sebab, terhitung pukul 22.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB, jalur penghubung Jember-Bondowoso ditutup total. Meskipun rencana penutupan itu disosialisasikan sejak lama, namun masih terlibat pengendara yang tidak mengetahui.
Vecga menyebut untuk memastikan pengerjaan di JPL 153 selesai tepat waktu, pihaknya melibatkan 125 pekerja. Setidaknya proses pekerjaan menggunakan tiga unit alat berat.
Proses penggantian dilakukan dengan membongkar aspal. Sebelum proses pembongkaran dilakukan, bahan material telah disiapkan, mulai dari batu kerikil dan material lainnya.
Vecga memastikan proses pengejaan tahap awal selesai tepat waktu, pada pukul 05.00 WIB. Bahkan, pada pukul 04.00 WIB jalur kereta api sudah bisa dilalui.
Penutup jalur juga dibuka pada pukul 05.00 WIB. Sehingga masyarakat sudah bisa melintas.
Kendati demikian, Vecga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat melintas di JPL 163. Sebab, di titik tersebut tidak bisa langsung dilakukan pengaspalan. Pengaspalan baru bisa dilakukan dua hari kemudian.
"Pengerjaan tahap awal ini tidak memungkinkan dilakukan pengaspalan langsung. Pengaspalan harus dilakukan setelah kondisi di sekitar benar-benar padat. Tetapi JPL 163 sudah bisa dilalui kendaraan," tambahnya.
Lebih jauh Vecga berharap dengan adanya penggantian bantalan rel, mobilitas kereta api menuju Jember lebih efisien. Bahkan diharapkan juga ada penambahan kereta api agar mobilitas masyarakat terus meningkat.
“Diharapkan nanti ada penambahan kereta api, karena kecepatan kereta api secara maksimal memungkinkan sampai di titik tujuan lebih cepat. Dengan penambahan kereta pasti mobilitas masyarakat juga meningkat,” pungkasnya.