Rawan Macet, Disiapkan ‘Mobile Reader’ di Gerbang Tol Probolinggo Timur
Gerbang Tol Probolinggo Timur di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, dinilai rawan menjadi titik kecamacetan saat arus mudik dan balik Lebaran. Menjelang mudik Lebaran 2026, PT. Trans-Jawa sebagai pengelola ruas Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) menyiapkan “mobile reader” untuk mengantisipasi kepadatan kendaran di gerbang tol.
Seperti diketahui, mobile reader adalah perangkat transaksi nirkabel portabel yang digunakan petugas untuk memindai kartu uang elektronik secara langsung di lapangan. Dengan perangkat itu kemacetan yang sering terjadi di gerbang tol bisa cepat terurai.
PT. Trans-Jawa sudah menyiapkan mobile reader menjelang pembukaan secara fungsional Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) pada 14-29 Maret 2026. Pembukaan Tol Prosiwangi secara fungsional dengan waktu operasional terbatas yakni, pukul 06.00 hingga 16.00 WIB, diperkirakan akan membuat empat gerbang tol di wilayah Probolinggo menjadi titik naik turun kendaraan pemudik.
“Selain menyiapkan peralatan evakuasi, pengelola tol juga mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di pintu masuk tol dengan menyiagakan mobile reader,” ujar Manager Operasi dan Konstruksi PT Trans-Jawa Paspro Jalan Tol, Vippi Hadiyanto, Sabtu, 14 Maret 2026.
“Prediksi kami, pada 24 hingga 28 Maret 2026, yang bertepatan dengan arus balik, akan terjadi peningkatan volume kendaraan di Tol Paspro, khususnya di Gerbang Tol Probolinggo Timur, yang melayani kendaraan dari arah Lumajang dan Jember,” terang Vippi.
Antisipasi Kemacetan Siapkan Langkah Darurat
Menghadapi peningkatan volume kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas, pengelola tol telah menyiapkan berbagai langkah darurat.
“Jadi kami telah menyiapkan berbagai peralatan evakuasi seperti kendaraan derek, serta petugas yang dilengkapi perlengkapan penanganan darurat lainnya. Peralatan ini kami siagakan agar dapat dengan cepat melakukan pertolongan jika terjadi kecelakaan,” ungkap Vippi.
Dikatakan PT. Trans-Jawa telah menyiagakan berbagai peralatan untuk mempercepat proses penanganan apabila terjadi insiden (kecelakaan) di jalan tol. Peralatan evakuasi itu di antaranya, hidrolik cutter atau alat pemotong besi, spreader hidrolik yang berfungsi membuka dan merenggangkan bagian kendaraan yang ringsek dan pneumatik jack, berupa alat pengangkat kendaraan yang menggunakan tekanan gas nitrogen.
Sehingga jika terjadi insiden, proses evakuasi korban maupun kendaraan yang terlibat kecelakaan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif. Sehab hal itu misa memicu kemacetan panjang di ruas tol.
“Meski peralatan sudah kami siapkan, kami tetap berharap selama arus mudik tidak terjadi kecelakaan, apalagi sampai menimbulkan korban luka dan jiwa,” pungkas Vippi.
Advertisement